Berita

jokowi-jk/net

Jokowi Harus Makin Giat Bekerja untuk Kesejahteraan Rakyat Setelah Senayan Dikuasi KMP

RABU, 08 OKTOBER 2014 | 07:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kalah di Pemilihan Presiden dan kandas di gugatan hukum di Mahkamah Konstitusi, Pengadilan Tata Usaha Negara, Mahkamah Agung serta Dewan Kehormatan Penyelenggaran Pemilu bukan berarti tidak ada celah. Setelah menyapu bersih pimpinan dan alat kelengkapan di DPR, koalisi Merah Putih kembali menyikat pimpinan MPR.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi mengakui direbutnya pimpinan MPR melalui proses voting hingga dini hari tadi makin menunjukkan bendera demokrasi semakin sulit berkibar. Prospek kembalinya era tirani semakin membesar mengingat elit-elit partai pengusung Prabowo-Hatta semakin menguasai MPR setelah sebelumnya DPR.

"Harus kita waspadai agenda-agenda MPR ke depan, apakah tetap berjalan di relnya untuk mengawal demokrasi ataukah menyiapkan skenario untuk mengembalikan pemilihan presiden dari langsung menjadi model Orde Baru dulu yakni pemilihan melalui MPR. Kalau ini terjadi, bakalan demokrasi menjadi kenangan belaka dan kita perlu siap-siap memasuki era diktator dan oligarki politik yang merasuk seolah-olah berjalan sesuai konstitusi," ungkap Ari Junaedi kepada beberapa saat lalu (Rabu, 8/10).


Menurut pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini, pendukung Jokowi-JK tidak boleh gentar menerima kekalahan bertubi-tubi usai  lolosnya Undang-Undang tentang MPR, DPD, DPR dan DPRD (MD3), Undang-Undang Pilkada, penentuan pimpinan DPR dan MPR. Justru Jokowi-JK harus makin giat mengikhtiarkan kerja kenegaraan untuk kepentingan rakyat banyak. Selama Jokowi-JK melakukan kerja nyata untuk rakyat, memperkuat KPK dan tidak pandang bulu untuk menegakkan hukum, kekuatan yang selalu mengumbar syahwat politik sakit hati akan loyo dengan sendirinya.

"Jangan anggap enteng perlawanan rakyat jika mereka sudak muak dan benci dengan perilaku elit politik. Jika nuansa sakit hati terus dikobarkan barisan pendukung Prabowo-Hatta, maka bisa jadi serangan balik dari rakyat jauh lebih dahsyat. Tekad perjuangan Jokowi untuk melawan mafia ekonomi dan mafia politik kini terbukti mengalami perlawanan yang dahsyat," urai Ari Junaedi yang juga dosen S2 Universitas Diponegoro (Undip) ini. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya