Berita

lalu mara/net

Golkar: Jangan Bunuh Karakter Setya Novanto!

SELASA, 07 OKTOBER 2014 | 14:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Partai Golkar mengingatkan pihak-pihak tertentu untuk tidak membunuh karakter Bendahara Umum Golkar yang kini sudah menjadi Ketua DPR, Setya Novanto.

Peringatan ini disampaikan Wakil Sekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa. Peringatan Lau Mara ini terkait dengan beredarnya surat perintah dimulainya penyidikan (Sprindik) palsu, yang menyebutkan bahwa Setya terkait dengan dugaan penerimaan hadiah pada proyek PON Riau.

Lalu Mara pun mengingatkan, dinamika dalam setiap pemilihan, termasuk pemilihan Ketua DPR, memang hal wajar saja; ada yang setuju dan ada juga yang tidak. Namun perlu dicatat, bila keputusan sudah diambil maka semua pihak harus menerima dan menghormati keputusan tersebut.


"Sekarang saatnya kita mendukung sekaligus mengawasi kinerja Pak Setya Novanto dan kawan-kawan. Bukan malah melakukan provokasi dengan pembunuhan karakter seperti ini," tegas Lalu Mara kepada beberapa saat lalu (Selasa, 7/10).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri sudah menjelaskan bahwa tidak benar ada surat perintah penyidikan di kasus korupsi PON Riau atas nama Setya Novanto. Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto menegaskan bahwa sprindik atas nama Setya yang beredar lewat email tersebut bukan sprindik yang biasa dikeluarkan oleh KPK.

Jurubicara KPK, Johan Budi juga membantah Sprindik tersebut. "Tidak benar, itu hoax," kata Johan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya