Berita

ppp/net

PPP Kecewa Kursi Pimpinan MPR Mau Diambil PKS

SELASA, 07 OKTOBER 2014 | 09:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, menjelang pemilihan pimpinan MPR, kaki Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berada di antara dua pijakan. Pijakan pertama adalah Koalisi Merah Putih (KMP), yang merupakan kelompok yang sejak pilpres bersama-sama, dan pijakan kedua Koalisi Indonesia Hebat.

PPP mulai melirik ke Koalisi Indonesia Hebat setelah merasa ditinggalkan dan terkhianati oleh Koalisi Merah Putih. Di saat yang sama, sebagaimana disampaikan Wasekjen PPP, Syaifullah Tamliha, tawaran dari Koalisi Indonesia Hebat cukup menggiurkan.

Tawaran ini sepertinya memang terkait dengan posisi pimpinan MPR.


Dalam menyusun komposisi pimpinan MPR, Koalisi Merah Putih membuat perjanjian. Dalam perjanjian itu disebutkan bahwa jatah pimpinan MPR diserahkan pada Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, Partai Gerindra, dan unsur dari DPD. Namun belakangan, ternyata kursi untuk PPP dicoret.

Posisi calon pimpinan MPR pun akan diisi oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  Partai Amanat Nasional (PAN), dan satu nama unsur dari DPD. Dari komposisi ini, masuk PKS dan  PAN, sementara partai yang tersingkir adalah Gerindra dan PPP.

"Dalam pertemuan di rumah Pak Amien Rais, memang ada kemauan kursi untuk Gerindra diserahkan ke PAN, sementara kursi untuk PPP diserahkan ke PKS," kata Wasekjen PPP, Syaifullah Tamliha.

"Kalau Pak Prabowo sih baik. Dia katakan, seandainya ada jatah kursi lagi untuk Gerindra, pasti dikasih ke PPP. Tapi kan jatahnya gak ada, Gerindra sudah dikasih ke PAN," sambung Syaifullah Tamliha dalam talkshow di salah satu televisi swasta pagi tadi (Selasa, 7/10).

Menurut Syaifullah, inilah alasan yang membuat PPP kecewa dan mulai melirik ajakan Koalisi Indonesia Hebat. Lebih-lebih, dalam pimpinan DPR pun PPP tidak dapat jatah. Jatah pimpinan DPR diserahkan pada Golkar, Demokrat, PAN, PKS, dan Gerindra.

Namun Syaifullah juga menambahkan bahwa komunikasi dengan Koalisi Merah Putih masih terus dilanjutkan. PPP sendiri mau memperjuangkan haknya untuk duduk di pimpinan MPR. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya