Berita

jokowi-jk/net

Jokowi-JK Harus Waspadai Manuver Muka Lama Seperti Sri Mulyani

SENIN, 06 OKTOBER 2014 | 16:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Jokowi-JK harus mewaspadai muka-muka lama yang mengincar jabatan menteri dalam kabinet mendatang. Karena itu, Jokowi-JK dan elit politisi Koalisi Indonesia Hebat jangan termakan upaya lobi yang dilakukan kelompok tertentu untuk menggolkan muka lama yang kerap diagung-agungkan sebagai sosok profesional.

"Untuk apa ya muka-muka lama itu? Apa tidak ada lagi yang lebih muda dan energik serta membawa paradigma baru dalam pemerintahan ke depan? Dari seratusan juta rakyat Indonesia, apakah tidak ada yang lebih baik?" kata aktivis Indonesian Human Rights Commission for Social Justice (IHCS), Ridwan Darmawan, beberapa saat lalu (Senin, 6/10).

Dia mencontohkan, Sri Mulyani Indrawati (SMI), mantan Menteri Keuangan yang kini jadi petinggi World Bank. SMI sering diasosiasikan dengan mazhab ekonomi neoliberal yang bertumpu pada ekonomi pasar.


Menurutnya, ironis bila sosok seperti SMI dimasukkan ke kabinet Jokowi-JK. Karena apa yang dicita-citakan Jokowi melalui Nawa Cita dan Perwujudan Trisakti Bung Karno dalam pemerintahannya ke depan, akan bertolak belakang dengan karakter SMI.

"Lagipula, mending suruh saja Sri Mulyani fokus pada masalah hukum Kasus Century. Buktikan saja kalau memang benar, dengan membongkar semuanya. Jika ia diperlukan untuk pembangunan ke depan, di situ saja. Tidak perlu semuanya melalui kabinet," tegas Ridwan.

"Saya yakin takkan ada nilai tambah positif untuk pemerintahan ke depan yang bisa dibawa muka-muka lama itu. Terbukti kaum mereka justru membuat Indonesia seperti sekarang ini, jauh dari kondisi ideal konsep Trisakti," demikian Ridwan. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya