Berita

sutah bhatoegana/net

Sutan Bhatoegana Belum Tahu Apakah Langsung Ditahan atau Tidak

SENIN, 06 OKTOBER 2014 | 12:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sutan Bhatoegana, kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/10). Sutan dimintai keterangan terkait kasus yang sudah menjeratnya sebagai tersangka yaitu penerimaan hadiah pembahasan anggaran APBNP tahun 2013 di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sutan saat ini berada di ruang pemeriksaan. Sebelum masuk ruang pemeriksaan tak banyak kata yang dilontarkan oleh Politisi Partai Demokrat.

"(Diperiksa) sebagai tersangka," singkat Sutan.


Beredar kabar Sutan akan dijebloskan ke tahanan usai menjalani pemeriksaan terkait statusnya sebagai tersangka itu. Adapun saat ditanya soal hal ini, Sutan menolak komentar.

Sementara itu, Jurubicara KPK, Johan Budi SP menyatakan, penahanan berada sepenuhnya di tangan penyidik. Saat didesak lebih jauh, Johan menjawab diplomatis dengan menyebut belum menerima informasi tentang penahanan Sutan.

"Penahanan adalah kewenangan penyidik. Sampai saat ini belum ada informasi soal penahanan," terangnya.

Selain Sutan, KPK juga memeriksa pihak lainnya dalam kapasitas saksi terkait kasus penerimaan hadiah pembahasan anggaran APBNP tahun 2013 di Kementerian ESDM. Mereka adalah Ayu Wahyuni alias Yuyun dan Romlah dari swasta, Notaris dan PPAT Emmy Yatmi Noordjasmani serta Komisaris Utama PT SAM Mitra Mandiri, R. Saleh Abdul Malik.

KPK mengumumkan status tersangka Sutan Bathoegana pada Rabu, 14 Mei 2014 lalu. Status tersangka yang ditetapkan kepada Sutan Bathoegana menyangkut dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah pembahasan anggaran APBNP tahun 2013 di Kementerian ESDM merupakan pengembangan penyidikan kasus dugaan suap di lingkungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas). [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya