Berita

SBY/NET

PIMPINAN DPR-MPR

Ini Penjelasan SBY Mengapa Demokrat Merapat ke KMP

SENIN, 06 OKTOBER 2014 | 09:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden SBY bersyukur publik mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pilkada Langsung yang ia terbitkan sekalipun sebagian kecil masih ragu, apakah Perppu ini bisa lolos di DPR atau tidak.

Untuk menjawab keraguan sementara publik itu, yang rata-rata didasari oleh asumsi kekuatan Koalisi Merah Putih (KMP) sangat kuat di DPR, SBY pun mengatakan bawa ia telah menandatangi kesepakatan dengan partai-partai yang berkumpul di Koalisi Merah Putih (KMP). SBY pun menjelaskan kronologi hingga terjadinya kesepakatan itu.

Kamis malam, tanggal 30 September 2014, SBY bertemu Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga besannya, Hatta Rajasa, yang membawa pesan dan harapan dari pimpinan-pimpinan partai KMP. Meski Demokrat bukan bagian KMP, mereka ingin kebersamaan di DPR dan MPR.


Ajakan lewat Hatta Rajasa ini pun direspons positif SBY, dengan satu catatan: Demokrat bersedia bersama-sama di DPR dan MPR, jika KMP mendukung Perppu Pilkada Langsung dengan Perbaikan yangg akan diterbitkan SBY.

"Sistem Pilkada Langsung dengan perbaikan merupakan prioritas. Ini kehendak dan pengejawantahan kedaulatan rakyat," kata SBY melalui akun twitternya, @SBYudhoyono, pagi ini (Senin, 6/10).

Hatta Rajasa, sambung SBY, pun langsung menyampaikan pesannya dalam Rapat Pimpinan KMP. Malam itu juga, dan  setuju untuk dukung Perppu. Hari berikutnya, tangga 1 Oktober 2014, pembicaraan dengan KMP berlanjut dan SBY ingin ada persetujuan hitam di atas putih untuk dukung Perppu.

Berhubung Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie sedang berada di luar negeri dan meskipun sudah setuju, SBY tetap menelepon langsung agar terjadi kebulatan. Maka Sekitar pkl 20.00,  SBY menerima lembar kesepakatan untuk kebersamaan di DPR dan MPR, dan mendukung Perppu Pilkada Langsung dengan perbaikan.

"Kesepakatan itu ditandatangani semua Ketum dan Sekjen, mulai dari PG, Partai Gerindra, PAN, PKS, PPP dan juga PD. Khusus PPP hanya Ketum," demikian SBY. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya