Berita

Ari Dwipayana/net

Politik

Kuasai MPR, KMP Kembangkan Tiga Skenario

SENIN, 06 OKTOBER 2014 | 03:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Apabila Koalisi Merah Putih (KMP) bisa menguasai pimpinan MPR RI, maka akan ada tiga skenario yang bisa mereka kembangkan. Sebelumnya mereka sudah memenangkan pemilihan pimpinan DPR RI.

Demikian pandangan dosen ilmu politik dan pemerintahan Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana, lewat akun twitter @aridwipayanaugm, Minggu (5/10).

Skenario pertama adalah boikot, tanggal 20 Oktober. Tanggal itu adalah pelantikan Presiden dan Wapres terpilih Jokowi-JK dalam sidang paripurna MPR.


"Bayangkan kalau ada boikot 352 anggota KMP ditambah pimpinan MPR. Sidang Paripurna bisa qorum kalau dihadiri oleh 50 % plus satu anggota MPR. Kekuatan boikot KMP sudah melebihi jumlah itu," kata Ari.

Skenario kedua adalah soal pemberhentian Presiden dan Wapres. Keputusan MPR terhadap usul pemberhentian Presiden oleh DPR, dihadiri 3/4, disetujui 2/3. Syarat impeachment, sidang paripurna dihadiri 519 anggota, dan disetujui oleh 2/3 dari yang hadir. "Dari syarat itu, jelas KMP bisa lakukan," teranganya.

Skrnario ketiga adalah perubahan UUD. Untuk ubah UUD, lanjut Ari, dihadiri 2/3 dari anggota MPR, dan disetujui 50 persen plus satu dari Anggota MPR. Dengan modal KMP pendukung Prabowo-Hatta 352 orang, jelas melebihi syarat mayoritas dalam syarat mengubah UUD yang hanya perlu 347 suara.

"Skenario mengubah UUD menjadi memungkinkan dengan modal suara KMP di MPR. Ubah pemilihan Presiden dan Wapres oleh MPR bisa jadi prioritas," ungkapnya.

"Dalam 3 skenario itu maka rakyat sama sekali tidak dikibatkan. Hanya skenario kedua yang libatkam MK sebelum ke MPR. Tapi itu mudah bagi KMP. Dalam skenario ubah UUD rakyat juga tidak terkibat melalui referendum. Cukup dengan 50 % plus satu dalam Tatib MPR, UUD bisa diubah," tandas Ari. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya