Berita

mega-sby/net

Politik

Inilah Penjelasan SBY Kenapa Pertemuannya dengan Mega Batal

SENIN, 06 OKTOBER 2014 | 00:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden yang juga Ketua Umum Partai Demokrat SBY membantah menutup diri berkomunikasi dan bersilaturahim dengan mantan Presiden yang juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Benar, 10 tahun ini saya berupaya untuk bisa bersilaturahim dan jalin komunikasi kembali dengan Ibu Megawati. Tetapi Allah belum mengizinkan," kata SBY dalam akun twitter @SBYudhoyono, Minggu (5/10).

SBY menjelaskan, Almarhum Taufik Kiemas, suami dari Megawati, sampai akhir hayatnya, juga berharap Megawati-SBY bisa menjalin komunikasi lagi demi kebaikan bangsa. "Cukup sering saya bertemu Pak Taufik Kiemas dan Mbak Puan. Juga para pimpinan PDIP, yang dikatakan menyampaikan pesan dari Ibu Mega," ungkapnya.


Selama ini, lanjut SBY, ia selalu merespon posotif pesan Megawati tersebut. "Jika tidak mungkin saya lakukan sebagai Presiden, juga saya sampaikan baik-baik," terangnya.

Berkaitan dengan dinamika politik sebelum Pilpres 2014 lalu, SBY juga telah menyampaikan pesan kesiapannya untuk bertemu Megawati. Sayang, respons yang diterima SBY kurang positif. "Pertemuan urung terlaksana. Publik dan media, saya kira juga tahu," imbuhnya.

"Kini, akan saya jelaskan jam-jam menjelang dilakukannya pemilihan unsur pimpinan DPR RI yang lalu, khususnya komunikasi yang terjadi. Tanggal 30 September 2014 malam, saya bertemu Pak Jokowi (Presiden Terpilih) dan Pak Hatta Rajasa di Istana Negara untuk bicarakan politik terkini," ungkap SBY.

Menurutnya, pertemuan dengan Jokowi berlangsung baik. Ketika PDIP inginkan kebersamaan (koalisi) di DPR dengan Demokrat, SBY sampaikan pertemuan dirinya dengan Megawati sangat penting.

"Pertemuan saya dengan Pak Jokowi selama ini baik dan konstruktif. Pertemuan antara Presiden 'incumbent' dengan Presiden Terpilih. Tetapi, untuk sebuah kebersamaan politik antara PDIP dan PD, tentunya yang mesti bertemu adalah kedua pemimpin partai. Itu pikiran saya," beber SBY.

Ia menjelaskan, jika dirinya dan Megawati bertemu, maka akan saling mengetahui kehendak, niat dan semangat yang baik untuk sebuah kebersamaan. Namun, sambung SBY, nampaknya pertemuan penting di saat 'kritis' itu tidak terjadi. SBY mendengar nanti pada saatnya Megawati akan 'menerima'-nya.

"Tanggal 1 Oktober 2014, setelah menghadiri Pelantikan Anggota DPR, DPD dan MPR, Pak JK, sahabat saya, temui saya di Gedung DPR. Intinya, Pak JK mengatakan akan baik jika ada solusi bersama untuk mengatasi situasi politik yang mengkhawatirkan. Pikiran itu jernih," ujarnya.

Saat itu jelas SBY, ia kembali menjawab seperti yang ia katakan kepada Jokowi, yakni perlua ada pertemuan dan komunikasi langsung dirinya dengan Megawati. Namun hingga 1 Oktober malam, pertemuan yang sudah lama diharapkan SBY itu belum juga terwujud. "Demikianlah penjelasan saya, agar duduk persoalannya menjadi jelas," tandas kepala negara ini. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya