Berita

Politik

MENANTI KABINET JOKOWI-JK

Menteri ESDM Harus Profesional dan Nasionalis

MINGGU, 05 OKTOBER 2014 | 11:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) diharapkan mampu menempatkan kalangan profesional yang sudah berpengalaman di bidang migas dan energi untuk menempati pos Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pasalnya, kementerian tersebut merupakan salah satu dari 34 pos kementerian yang memberikan kontribusi dalam APBN.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pembina Komunitas Migas Indonesia (KMI), Iwan Ratman.

Menurut Iwan, hal terpenting sekarang ini adalah mengembalikan citra dan kepercayaan publik pada kementerian ESDM. Hot position-nya sangat luar biasa, sehingga memerlukan sosok ideal yang mumpuni dan terukur.


"Paling tidak, dibutuhkan sosok yang profesional, berpengalaman di bidang migas dan energi, punya grand designs serta konsep revolusi di bidang energi," kata Iwan Ratman, beberapa saat lalu (Minggu, 5/10).

Menurut Iwan Ratman, kriteria lain yang dibutuhkan dari sosok Menteri ESDM juga harus memiliki kemampuan teknik, pengetahuan di bidangnya serta berpengalaman panjang di dunia migas dari hulu hingga hilir. Selain itu, harus punya spektrum yang luas tak hanya Indonesia, tapi juga hubungan yang luas di dunia internasional.

"Sosoknya haruslah orang yang memiliki semangat nasionalisme dan mampu membawa negara ini menuju kedaulatan energi demi kesejahteraan masyarakat dan mengimplementasikan konsep Trisaksi Bung Karno agar bangsa kita berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara sosial budaya," demikian Irwan.[wid] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya