Berita

ilustrasi/net

Kabinet Jokowi-JK Jadi Ukuran Kualitas Pemerintahan

MINGGU, 05 OKTOBER 2014 | 04:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintahan Jokowi-JK harus benar-benar selektif dan berhati-hati menempatkan menteri di dalam kabinet mendatang.

Sebab, kata pengamat politik Rusmin Effendy, figur yang bakal masuk menjadi menteri kabinet haruslah orang-orang yang benar-benar memiliki kompetensi ide dan gagasan yang cemerlang, kapasitas intelektual, pengalaman, dan disiplin keilmuan. Hal yang juga tak kalah penting adalag memiliki komitmen membantu pemerintah dalam menyelesaikan pelbagai persoalan bangsa.

"Kabinet Jokowi-JK ini akan menjadi ukuran berkualitas tidaknya pemerintahan ke depan. Kalau sampai salah, bukan tidak mungkin akan menurunkan kepercayaan publik kepada Jokowi-JK sendiri," kata Rusmin kepada beberapa saat lalu (Minggu, 5/10).


Rusmin juga mengatakan, figur Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pemerintahan Jokowi-JK idealnya dari kalangan profesional murni yang sudah berpengalaman di bidang migas dan energi. Pasalnya, tantangan ke depan sangat berat, apalagi dalam mengembalikan citra kementerian ESDM  setelah kasus Joko Wacik yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

"Sebaiknya pemerintahan Jokowi-JK belajar banyak dari kegagalan SBY yang menempatkan orang-orang yang tidak profesional dan memahami persoalan migas sebagai menteri ESDM. Akibatnya, tata kelola industri migas nasional menjadi amburadul dan Indonesia menjadi negara yang terkooptasi menghadapi liberalisasi industri migas," demikian Rusmin. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya