Berita

eva sundari/net

Politisi Indonesia Hebat Harus Sinergi dengan Rakyat Kawal Nawacita dan Trisakti

MINGGU, 05 OKTOBER 2014 | 02:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Koalisi Merah Putih (KMP), yang menyapu bersih pimpinan DPR  melalui praktek tirani mayoritas bukanlah dead end atau jalan buntu bagi politisi Kabinet Indonesia Hebat (KIH).

Demikian disampaikan politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari. Eva melanjutkan, prinsip musyawarah yang indikatornya win-win solution, bukan the winner takes all, perlu disikapi scr kreatif.

Sementara respon negatif dari rakyat terhadap komposisi pimpmpinan terkait integritas menjadi modal bagi Koalisi Indonesia Hebat untuk bekerjasama dengan rakyat demi menciptakan kinerja parlemen yangg akuntabel, berintegritas, sesuai prinsip-prinsip praktek parlemen universal.


"Selain perlu mendorong politisi-politisi KIH dan KMP secara individu untuk protes ke MK karena aturan main yangg dibuat KMP dalam tatib DPR telah membatasi hak mereka yang dijamin di UU MD3 untuk memilih dan dipilih sebagai pimpinan,  KIH harus yakin pimpinan penting tapi tidak mutlak karena kedudukan mereka di parlemen sebenarnya berbasis individu sebagaimana dijamin di konstitusi," kata Eva kepada beberapa saat lalu (Minggu, 5/10).

Menurt Eva, yang juga aktivis Pusat Kajian Trisakti, tekanan harus bisa ditransformasi menjadi energi positif. Para politisi KIH harus berperan konstruktif dan produktiif dalam kerja-kerja parlementer untuk nawacita yang sudah dimenangkan oleh rakyat melalui pilpres 2014.

"Dukungan rakyat yangg terpenting, karena mandat yangg mereka terima adalah dari dan demi rakyat," demikian Eva. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya