Berita

jokowi/net

Komitmen Jokowi Tak Sediakan Kursi Menteri untuk KMP Layak Diacungin Jempol

MINGGU, 05 OKTOBER 2014 | 00:10 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komitmen presiden terpilih Jokowi untuk tidak "menyediakan" kursi menteri bagi Koalisi Merah Putih di porsi 16 kementerian bagi partai politik, layak mendapat dukungan.

Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi berpendapat komitmen Jokowi untuk tidak mengakomodasi lawan-lawan politik di kabinetnya cukup positif setelah melihat perkembangan politik terkini. Lebih-lebih, syahwat politik yang luar biasa dari barisan sakit hati di parlemen, harus dijawab Jokowi dengan kerja keras dan kerja cerdas untuk perbaikan nasib rakyat.

"Sebaiknya Jokowi lebih memberikan ruang bagi profesional murni untuk berkiprah di kabinet asalkan sosok yang terpilih harus benar-benar bersih dari unsur KKN. Tidak memberikan jatah kursi menteri bagi koalisi Merah Putih juga menegaskan komitmen awal Jokowi untuk tidak melakukan politik transaksional, " ujar Ari Junaedi kata RMOL beberapa saat lalu (Minggu, 5/10).


Menurut pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) ini, politik bumi hangus yang dijalankan koalisi Merah Putih dengan tidak menyisahkan satu pun entah posisi ketua atau wakil ketua komisi di DPR hendaknya tidak dihadapi panik oleh Jokowi. Perlu juga diingat, jika koalisi Merah Putih sibuk menyolidkan partai-partai pendukungnya, maka Jokowi-JK harus tetap merawat dukungan dari rakyat.

"Buatlah dan perjuangkan terus ikhtiar untuk memajukan kehidupan rakyat. Angkat derajat rakyat miskin dan buatlah kami bangga dengan Indonesia Hebat. Berantas terus korupsi, tidak peduli itu keluarga mantan presiden ataupun ketua DPR. Perkuat KPK dan perkuat NKRI, maka rakyat ada dibelakang Jokowi-JK," jelas Ari Junaedi yang juga dosen S2 di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini.

Dalam kunjungannya ke Boyolali, Jawa Tengah hari Sabtu (4/10), Jokowi tegas menolak memberikan jatah menteri untuk partai-partai pengusung Prabowo-Hatta. Sebelumnya, Koalisi Merah Putih "menyikat" habis posisi pimpinan DPR hingga pimpinan komisi di DPR bagi jatah kader-kader Gerindra, Golkar, Demokrat, PKS, PAN, dan PPP. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya