Berita

Alex Younger/net

Dunia

Alex Younger Resmi Diangkat Jadi Kepala Inteljen Inggris

SABTU, 04 OKTOBER 2014 | 13:50 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Inggris telah secara resmi menunjuk Alex Younger sebagai kepala Layanan Intelijen Rahasia M16 (SIS), Jumat (3/10).

Menurut biografi singkat yang dikeluarkan pemerintah, Younger adalah mantan tentara yang pernah menjadi mata-mata dalam membantu memimpin pertahanan kontra teroris dalam Olimpiade 2012 di London.

Ia juga pernah bekerja untuk M16 di Eropa, Timur Tengah, dan Afghanistan sejak tahun 1991.


"Saya senang dan merasa terhormat untuk menjadi Kepala SIS dan memimpin salah satu badan intelijen terbaik di dunia. Saya bertekad untuk membangun dan membawa ide-ide saya untuk SIS," janji Alex,seperti dikabarkan Reuters.

Penunjukkan Alex juga mendapat respon positif di kalangan pejabat Inggris.

"Latar belakang dan pengalamannya menempatkan dia dalam posisi yang sangat baik untuk mengarahkan lembaga (M16) melalui masa penuh gejolak dalam politik dan keamanan internasional," kata Direktur Studi Keamanan dan Ketahanan Nasional di Royal United Service Institute di London, Charlie Edwards.

Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, juga menaruh banyak harapan kepada Alex.

"Pekerjaan SIS adalah pekerjaan kelas dunia, dan memiliki operasi penting untuk keselamatan dan keamanan Inggris. Alex akan membawa banyak pengalamannya yang relevan, termasuk pengalamannya di Afghanistan, dan membantu menjaga kemananan negara selama Olimpiade London 2012," kata Hammond.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya