Berita

Politik

PDIP: Hukum Negara Jangan Dipermainkan untuk Politik Dua Kaki

SABTU, 04 OKTOBER 2014 | 09:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Selain sebagai bentuk politik pencitraan, SBY menempatkan sulitnya bertemu dengan Megawati sebagai cara untuk menutupi berbagai manuver politiknya.

Demikian disampaikan Wakil Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. 

Contoh terakhir dari hal ini, sebut Hasto, adalah drama kesedihan SBY terkait dengan sikap partainya yang walkout atas pembahasan RUU Pilkada, dan oleh desakan masyarakat sipil pro-demokrasi dan sosial media yang sangat kuat, membuat SBY merubah strategi dengan mengeluarkan Perppu.


"Suatu tindakan penutup malu, karena sebagai Ketua Umum sekaligus sebagai ketua dewan Pembina, ketua majelis tinggi, dan ketua dewan kehormatan PD, sangat mustahil SBY tidak mengetahui aksi walkout fraksinya. Hukum negara jangan dipermainkan untuk politik dua kaki," tegas Hasto, Jumat malam (3/10).

Hasto mengingatkan, publik akhirnya juga sadar bahwa Perppu tersebut hanyalah pemoles karena kerasnya kritik publik. Terbukti Demokrat ikut memainkan peran strategisnya sehingga mampu menempatkan salah satu keluarga besar SBY sebagai Wakil Ketua DPR RI. Dengan demikian kini sangatlah jelas, bahwa sikap walkout Demokrat tersebut sebagai kartu masuk untuk bergabung dalam Koalisi Merah Putih.

"Dengan berbagai jabatan rangkap di PD, sangatlah disayangkan bahwa akhirnya PD menjadi penentu atas hilangnya hak rakyat yang berdaulat di dalam menentukan pemimpinnya melalui Pilkada," sesal Hasto.

Karena itulah, menurut Hasto, Perppu yang dikeluarkan SBY hanyalah suatu bentuk strategi lempar bola kepada pemerintahan Jokowi-JK. Rakyat mencatat dengan baik dan tahu apa yang harus dilakukan terhadap mereka yang menggunakan kekuasaannya untuk mengebiri hak kedaulatan rakyat.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya