Berita

Abraham, Jangan Bicara Seperti Pengamat!

JUMAT, 03 OKTOBER 2014 | 20:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Pernyataan Abraham Samad yang menyatakan kecewa atas terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR disesalkan banyak pihak. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai sebagai Abraham tak pantas mengumbar pernyataan demikian, karena melanggar tupoksinya sebagai pimpinan KPK.

"Jangan berkomentar seperti pengamat lah," kata Fadli kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 3/10).

"Saya kira sebaiknya masing-masing bekerja sesuai tupoksinya. Kita juga ingin lembaga seperti KPK bekerja untuk memberantas korupsi tanpa tebang pilih sesuai tupoksinya, begitu juga lembaga lainnya," sambung


Abraham, kata Fadli, seharusnya tidak mengeluarkan pendapat yang didasari isu.  Sebagai ketua KPK, Abraham mustinya berbicara atas kenyataan yang telah terbukti, misalnya dalam putusan hakim.

"Saya kira namanya isu, isu kan macam-macam, apakah ada atau tidak. Jadi saya kira kita tidak mau dirugikan dengan segala macam isu yang belum tentu kebenarannya," paparnya.

Sebelumnya, Abraham Samad menyayangkan terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR. Abraham menyebut Setya berpotensi punya masalah hukum. Setya beberapa kali diperiksa KPK sebagai saksi dalam sejumlah kasus dugaan korupsi.

"KPK sangat prihatin dan menyesalkan terpilihnya Setya Novanto sebagai Ketua DPR karena yang bersangkutan punya potensi mempunyai masalah hukum," ujar Abraham melalui pesan singkatnya, kemarin (Kamis 2/10).

Abraham mengatakan, KPK berharap bahwa sosok ketua DPR bersih dari dugaan korupsi.

"Sebenarnya KPK menginginkan ketua DPR yang terpilih itu orang yang tidak punya keterkaitan dengan kasus-kasus hukum. KPK juga kecewa dengan terpilihnya Ketua DPR baru," kata dia.[dem]


Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya