Berita

Benny Pasaribu/net

Bang Ben: Petani Harus Dibela Mati-matian

JUMAT, 03 OKTOBER 2014 | 09:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Petani dan nelayan  adalah 'pemilik utama' dari Indonesia. Sebab faktanya, Indonesia adalah negara agraris dan maritim. Tapi, sangat ironis, pemilik negeri itu, nasibnya selalu terpuruk. Bahkan, selalu terpinggirkan sampai ke ujung gelanggang pembangunan. Mereka selalu jadi penonton dari derap pembangunan.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Benny Pasaribu dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (3/10).

Karena itu, kata dia, harus ada yang membela all out para petani. Bila tidak, mereka akan terus tergilas derap pembangunan yang acapkali menganak tirikan para petani. Sebab itu, ia terus merajut mimpi, mewujudkan cita-cita besar negeri ini berdaulat di sektor pangan, dimana petani benar-benar menjadi tuan rumah di tanah mereka sendiri. Tak seperti sekarang, petani terus jadi penonton, tak berdaya dan terpinggirkan. Lewat HKTI, ia coba mendedikasikan semua komitmen dan pengetahuannya untuk membela dan memajukan petani.


"Sekarang kelembagaan petani hancur atau sengaja dihancurkan, seperti koperasi, kelompok tani. Badan Urusan Logistik juga ikut dikerdilkan," ujar lelaki kelahiran Medan, 21 Desember 1958 yang biasa dipanggil Bang Ben itu.

Baginya, petani harus dibela mati-matian. Sebab selama ini, petani selalu diatasnamakan lewat pidato dan jargon-jargon penguasa, tapi nasibnya diabaikan. Sebab itu, ia begitu geram, begitu praktek kartel di sektor pangan merajalela di negeri ini. Ia pun dengan tegas menyatakan perang terhadap para pemain 'kartel pangan'.

"Praktik kartel pangan di Indonesia sudah terindikasi sejak lama dan kini dinilai sudah memasuki tahap yang sangat kronis dan berbahaya," kata Benny.

Benny yang pernah menjadi Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), sebuah komisi penjaga persaingan usaha itu pun bercerita, bahwa sebenarnya sudah sejak lama ia melaporkan kepada Presiden SBY tentang sepak terjang pemain kartel pangan yang kian mencemaskan. Bahkan, ketika ia masih aktif jadi punggawa utama di KPPU, salah satu masalah yang ia coba pangkas adalah persaingan usaha yang melemahkan para petani. Petani, selalu dalam posisi dilemahkan oleh proses persaingan usaha yang tak sehat. Para pemain kartel pangan, berperan banyak membuat para petani terpuruk. Bisa dikatakan, mereka biang keladi yang membuat petani selalu jadi penonton di tanahnya sendiri.

“Pada 2010 saya sudah melaporkan kepada Presiden SBY kartel pangan ini sudah sangat berbahaya,” katanya.

Benny bersyukur, respon SBY ketika itu positif. Bahkan SBY mengatakan kepada publik, bahwa KPPU telah terbukti mampu menjaga stabilitas harga pada tingkat yang wajar, seperti harga minyak goreng, semen, tarif pesawat terbang dan SMS, yang semula diduga diatur oleh kartel.  Namun kata dia, meski ia sekarang sudah tak lagi di KPPU, tapi ia  bertekad tak akan bosan, apalagi lelah menyuarakan itu. Sebab bila dibiarkan kondisi itu, rakyat yang bakal  menjadi korban dari praktik kartel yang sudah mencemaskan itu. Mereka para pemain kartel, seenaknya memainkan harga pangan di luar kewajaran.

"Lihat saja contoh soal pupuk," kata dia.

Bang Ben, mengaku sangat jengkel, saat musim tanam tiba, para petani justru kerap dihadapkan pada disituasi kelangkaan pupuk. Ia pun menenggarai kartel pangan ikut berperan terhadap masalah kelangkaan pupuk itu. "Sehingga mereka bisa seenaknya memainkan stok dan  harga pupuk," katanya.

Bang Ben, juga marah, kalau ada yang menilai para petani Indonesia tak pintar, udik, gagap pengetahuan dan tak produktif. Bahkan menurutnya, petani Indonesia itu tahan banting, meski nasibnya selalu dibanting keras. Petani Indonesia juga sangat produktif dan profesional. Banyak dari petani di negeri ini yang kemampuannya cukup mengagumkan.

"Banyak dari para petani di Indonesia yang mampu mengidentifikasi jenis hama dan penyakit tanaman hanya dari penampilan fisik dan fisiologi tanaman. Itu tentu mengagumkan, jadi jangan anggap remeh petani kita," kata dia.

Karena itu, praktek kartel mesti ditumpas kelor, kata Benny. Caranya, keberpihakan pemerintah kepada petani harus konkrit dan nyata, tak hanya dalam pidato dan wacana atau rencana saja. Selain itu, berdayakan para petani dengan nyata, bukan lips service semata. Kuatkan kembali kelembagaan para petani, seperti koperasi dan kelompok tani. Wujudkan bank agro maritim. Serta kembalikan fungsi Bulog. Sebab ketika Bulog masih berfungsi, Indonesia pernah mengalami masa bebas dari cengkraman para mafia dan kartel pangan. "Saya minta fungsi-fungsi itu dikembalikan kepada Bulog dan koperasi," tandas dia. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya