Berita

ilustrasi/net

AGM Bikin Kanal untuk Cegah Kerusakan Infrastruktur Jalan di Kalsel

JUMAT, 03 OKTOBER 2014 | 07:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Provinsi Kalimantan Selatan sangat kaya dengan potensi batubara. Berbagai perusahaan penambangan batubara baik yang berskala kecil maupun besar beroperasi di provinsi ini.

Untuk mencegah kerusakan infrastruktur jalan akibat aktivitas tambang, PT Antang Gunung Meratus (AGM), didasari Peraturan Daerah Kalimantan Selatan tentang pengaturan penggunaan jalan,  berinsiatif mengembangkan kanal sebagai sarana pengangkutan batubaranya. Kelebihan penggunaan kanal sebagai sarana pengangkutan batubara adalah meminimalisir kerusakan jalan di sepanjang jalur tersebut.

Menurut Bupati Kabupaten Tapin, Arifin Arfan, kanal AGM merupakan normalisasi dari Sungai Muning sepanjang 16 kilometer yang sempit dengan kedalaman 1,5 meter yang tadinya hanya dapat dilalui oleh kapal jenis kelotok. Setelah dilakukan normalisasi, sungai tersebut dapat dilalui kapal pengangkut batubara 180 feet dengan kedalaman 2-3 meter, dan kegiatan masyarakat yang menggunakan Sungai Muning tersebut dapat berjalan lancar.


"Jika sebelumnya daerah di sepanjang kanal berupa rawa-rawa yang tidak dapat ditanami tanaman pertanian, sejak kanal dinormalisasi maka rawa-rawa tersebut dapat digunakan sebagai lahan pertanian. Keberadaan kanal memberikan manfaat kepada masyarakat dan tidak mencemari lingkungan," Bupati Arifin Arfan ketika menghadiri acara Asosiasi Pemerintahan Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia (Apkasi) di Jakarta.

Bupati Arifin Arfan juga mengapresiasi kepedulian AGM dalam menjaga ekosistem yang ada, dengan membuat rancangan teknis untuk Pembangunan Lansekap dan Bangunan Kawasan Ekowisata Bekantan (Monyet Hidung Panjang) di Kabupaten Tapin bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pemerintah Kabupaten Tapin. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya