Berita

isran noor/net

Politik

Kepala Daerah Ini Tepat Jadi Mendagri

KAMIS, 02 OKTOBER 2014 | 14:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pekan ini Presiden terpilih Joko Widodo mulai menseleksi para menteri yang akan membantu pemerintahan nanti bersama Jusuf Kalla.

Beberapa kesempatan, Jokowi berjanji akan memilih menteri yang tepat dan profesional sesuai dengan kompetensi dan berpengalaman. Selain itu, Jokowi juga bakal memilih kepala daerah berprestasi yang telah menjabat selama dua periode.

Sekretaris Seknas Jokowi Sulawesi, Haeruddin, mengatakan, untuk pos Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang paling layak tentu adalah kepala daerah berprestasi. Jokowi-JK bisa menempatkan figur kepala daerah berprestasi, profesional dan memiliki pengalaman dan kompetensi yang tepat.


Hal ini disebabkan dengan banyaknya masalah dalam mengelola pemerintahan. Contohnya, masalah hubungan pusat dan daerah, masalah kapasitas kelembagaan daerah, kapasitas pengelolaan keuangan daerah, kapasitas aparatur daerah, kualitas demokrasi lokal dan permasalahan daerah otonomi baru (DOB).

Jelas Haeruddin, Bupati Kutai Timur Isran Noor bisa dipastikan tidak maju lagi sebagai bupati sebab sudah dua periode menjadi wakil bupati dan bupati kutai timur. Selain berpengalaman, Isran Noor juga sangat paham soal pemerintahan dan otonomi daerah.

"Isran Noor juga sangat berperan dalam memenangkan Jokowi-JK pada pilpres lalu sebesar 63,38 persen di Kalimantan Timur," kata Haeruddin kepada redaksi, Kamis (2/10).

Sebelumnya, Lembaga riset dan konsultasi IndoStrategi merancang Kabinet Trisakti untuk pemerintahan Jokowi-JK periode 2014-2019. IndoStrategi menilai pos Kementerian Dalam Negeri dan Kependudukan layak dipimpin oleh Bupati Kutai Timur sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Isran Noor. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya