Berita

wiranto/net

Wiranto: Malapetaka Bila Bangsa Indonesia Tak Punya Mimpi yang Satu

KAMIS, 02 OKTOBER 2014 | 10:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Apabila Bangsa Indonesia tidak memiliki mimpi yang satu maka itu akan menjadi sebuah  malapetaka.

"Untuk itu marilah kita kembalikan bangsa ini dengan satu mimpi," kata Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, dalam acara Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB), di Museum Sasmita Loka Pahlawan Revolusi Ahmad Yani, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam acara silaturrahmi dengan tema Membangun Satu Mimpi Untuk Indonesia itu, Wiranto menegaskan bahwa sebelum merdeka, banga Indonesia mempunyai mimpi yang bisa diwujudkan menjadi sebuah kenyataan. Karena pada saat itu mereka mempunyai mimpi yang satu, yaitu merdekanya Indonesia.


Mimpi itu kini, katanya, sebenarnya ada pada Alinea kedua UUD 1945 yang menyatakan bahwa  pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.

"Kita yakin saat ini mimpi yang satu itu tidak ada, misalkan pemerintah mau menaikan harga  BBM ternyata masyarakat tidak, itu berarti mimpinya tidak satu" tegas Wiranto, sambil mengapresiasi sebab acara pada Rabu kemarin itu (1/10) dihadiri putera-puteri pahlawan revolusi, putera-puteri gerakan DI/TII dan putera-puteri PKI.

"Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB) yang dibentuk dengan semangat berdamai antara putera-puteri para tokoh yang dahulu terlibat konflik, patut dijadikan sebuah  pecontohan untuk menjadi sebuah bangsa yang satu," demikian Wiranto. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya