Berita

gedung dpr/net

Politik

Setelah Pimpinan DPR, KMP Berpeluang Kuasai Komisi dan Alat Kelengkapan

KAMIS, 02 OKTOBER 2014 | 09:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Koalisi Indonesia Hebat pendukung Jokowi-JK kembali KO oleh Koalisi Merah Putih dalam pertarungan politik di parlemen, terkait pemilihan pimpinan DPR RI.

Sebelumnya, koalisi yang dimotori PDIP ini juga kalah dalam penetapan RUU MD3, pembahasan Tata Tertib DPR, pemilihan Anggota BPK dan terakhir pengesahan RUU Pilkada.

Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, mengatakan, jika KMP yang dipimpin oleh Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie tetap solid dan kuat, bukan tidak mungin pimpinan komisi dan alat kelenggapan dewan di DPR, akan dikuasai KMP.


Margarito menerangkan, mekanisme pemilihan pimpinan komisi dan alat kelengkapan dewan sama dengan pemilihan pimpinan DPR, seperti diatur dalam UU MD3. Yakni, para pemangku jabatan di parlemen akan dipilih langsung oleh anggota DPR.

"Kalau tetap solid, KMP bukan tak mungkin akan kuasai jabatan lain di Senayan," ungkap Margarito dalam sebuah wawancara di stasiun TV, Kamis (2/10).

Paripurna pemilihan pimpinan DPR dinihari tadi, KMP mengusung paket pimpinan DPR dengan formasi ketua Setya Novanto dari Golkar, dan empat wakil ketua; Fadli Zon dari Gerindra, Agus Hermanto dari Demokrat, Taufik Kurniawan dari PAN dan Fahri Hamzah dari PKS. Sementara empat fraksi; PDIP, PKB, Nasdem dan Hanura 16 kursi mengambil sikap walk out dari ruang sidang.

Merujuk kepada UU MD3 dan Tatib DPR, akhirnya paket pimpinan DPR yang diusulkan KMP diterima dan disahkan. Selanjutnya, setelah diskor beberapa menit, lima pimpinan DPR terpilih diambil sumpah oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya