Berita

fadli zon/net

Fadli Zon Mau Gagas Perpustakaan DPR Sekelas Perpustakaan Kongres AS

RABU, 01 OKTOBER 2014 | 10:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Salah satu fungsi DPR adalah legislasi atau memproduksi Undang-undang (UU). Karena itu, untuk meningkatkan kualitas produk UU,  DPR perlu memiliki perpustakaan modern. Sebab daya dukung perpustakaan parlemen yang modern dan memadai bisa meningkatkan kualitas produk legislasi.

"Jika DPR punya perpustakaan mendekati kualitas Library of Congress, saya yakin produk legislasi kita maksimal. Dan juga tak perlu lagi studi banding ke luar negeri yang menghabiskan biaya," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, kepada RMOL beberapa saat lalu (Rabu, 1/10).

Kata Fadli, yang memiliki koleksi puluhan ribu buku ini, Library of Congress di AS  merupakan perpustakaan parlemen terbesar di dunia, sekaligus pusat riset para anggota dewan dalam melakukan kajian UU . Library of Congress memiliki koleksi lebih dari 158 juta item yang terdiri dari diantaranya 36 juta buku terkatalog, 69 juta manuscript dan koleksi cetak lainnya dalam 460 bahasa.


Fadli Zon pun berharap perpustakaan DPR akan menjadi research library bagi anggota parlemen. Perpustakaan ini memenuhi segala kebutuhan data, informasi, dan referensi akademik bagi parlemen dalam mengkaji setiap rancangan undang-undang dan kebijakan.

"Perpustakaan DPR yang modern juga bisa dimanfaatkan oleh Mahasiswa dan para peneliti yang butuh data legislasi, risalah-risalah sidang dari masa ke masa. Perpustakaan ini akan jadi pusat riset legislasi dan kebijakan yang bisa diakses siapapun," ungkap Fadli, yang bertekad akan menggagas agar DPR RI memiliki perpustakaan yang memadai dan representatif.

"Ke depan DPR harus punya gedung perpustakaan parlemen sendiri, mungkin 4-5 lantai,  modern dan koleksi dilengkapi produk-produk legislasi dari negara lain di dunia, dan nyaman tentunya. Saya akan dorong gagasan ini agar bisa direalisasikan," kata Fadli Zon.

Fadli Zon yang beberapa kali mengunjungi Library of Congress berkeinginan Perpustakaan DPR nanti bisa seperti Library of Congress.

"Ya minimal bisa jadi termodern dan terlengkap di Asia," demikian Fadli. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya