Abdul Hakam Naja/net
Abdul Hakam Naja/net
Ia menjelaskan, menurut konstitusi pembentukan UU dilakukan atas persetujuan Presiden dan DPR. Dan utusan Presiden yang tertulis dalam surat presiden (Supres) adalah Menteri Dalam Negari Gamawan Fauzi pada saat pembahasan RUU Pilkada, dan telah menghadiri Rapat Kerja pertama hingga Rapat Paripurna (pengambilan keputusan). Artinya, kata Hakam, secara yuridis formal pemerintah telah setuju.
"Kalau sudah disetujui, maka dalam waktu 30 hari setelah dikirimkan oleh DPR ke Presiden, otomatis UU berlaku, baik ditandatangani oleh Presiden maupun tidak diteken oleh Presiden sebagai Kepala Negara. Jadi, secara administratif tidak ada kewenangan untuk menolak," tegas Hakam di Gedung DRR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/9).
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Sabtu, 25 April 2026 | 05:15
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Sabtu, 25 April 2026 | 02:37
Minggu, 26 April 2026 | 11:05
Senin, 27 April 2026 | 03:59
Senin, 27 April 2026 | 14:16
UPDATE
Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55
Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51
Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40
Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16
Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50
Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44
Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25
Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00
Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49
Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47