Berita

sby/net

Sayang, SBY Abaikan Warning Pusaka Trisakti

SELASA, 30 SEPTEMBER 2014 | 14:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sejak minggu dua pekan lalu (14/9), Pusat Kajian Trisakti sudah mengingatkan SBY agar memberikan perhatian khusus pada proses pengesahan RUU Pilkada di DPR. SBY diingatkan untuk tidak menganggap remeh proses RUU Pilkada ini jika ingin tidak meninggalkan jejak hitam, karena ini lah esensi reformasi sejati yang diperjuangkan.

"Tapi, kemudian SBY sore di youtube merespon bahwa tidak relevan mengaitkan saya dengan proses RUU Pilkada, walau kemudian SBY menyatakan Demokrat dukung pilkada langsung," ujar Ketua Pusaka Trisakti, Rian Andi Soemarno, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 30/9).

Rian mengingatkan, publik ingin SBY bukan sekedar bersikap sebagai presiden, tapi sebagai Ketua Demokrat agar konsisten ucapan dan perbuatan di paripurna saat itu. Dan bila sudah seperti ini, untuk memulihkan kehormatan SBY bukan hanya sekedar teknis menandatangani atau tidak UU Pilkada tersebut.


" Tapi, SBY dapat buktikan kongkret pada publik adanya komitmen bergandengan tangan bersama Jokowi-JK ke depan memberikan sumbangsih pemikiran mewujudkan Indonesia Maju, berkualitas dan demokratis baik di parlemen dan pemerintahan kedepan," tegas Rian, yang juga inisiator Relawan Indonesia Hebat ini.
 
Sebelumnya, Minggu (14/9) Pusaka Trisakti mengingatkan SBY untuk mengawal RUU Pilkada. Diingatkan, bila paripurna nanti dia kembali ragu dan tidak sepenuh hati mendukung pilkada langsung. Ironisnya itu akan dianggap merupakan jejak hitam demokrasi yang ditinggalkan SBY di ujung karier politiknya dan menurunkan kulalitas dirinya selaku seorang yang demokratis hingga tersisa 20 persen saja.

Melalui youtube, SBY pun seakan menjawab tudingan Pusaka Trisakti. Kata SBY melalui youtube, tidak relevan mengaitkannya. Kalau justru saya yang harus bertanggung jawab dan dianggap meninggalkan titik hitam demokrasi. Yang berbeda pendapat siapa? Kenapa dilarikan ke SBY? Saat ini pun saya sedang berpikir keras," ujar SBY. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya