Berita

alm. taufik kiemas/net

Dibutuhkan Pemain Tengah Sekaliber Taufik Kiemas

SELASA, 30 SEPTEMBER 2014 | 07:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemilihan presiden tahun ini nampak cukup berbeda dengan pilpres sebelumnya. Dari sisi calon misalnya, baru kali ini ada dua pasangan capres.

Hal yang lebih menarik juga terlihat dari partisipasi publik. Karena hanya ada dua calon yang muncul, publik akhirnya bertentangan secara diametral. Ketegangan pun tak dihindarkan, termasuk kekerasan verbal yang terus terjadi di dunia maya. Di lapangan, publik juga terbelah meskipun secara umum pilpres berjalan damai.

Persoalan kian mengkhawatirkan karena sentimen saat pilpres terus terbawa hingga kini. Saling hujat dan saling menyudutkan tak kunjung surut. Publik pun tak percaya dengan figur lain, di luar figur yang didukungnya.


Menganalisa fenomena seperti ini, pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, mengatakan bahwa saat ini Republik membutuhkan sosok yang berdiri dalam ruang abu-abu. Sosok ini penting hadir di saat publik terbelah dan merasa berdiri di garis putih, sementara yang lain dituduh berdiri di garis hitam.

"Sosok ini harus bisa menjembatani dua pihak sehingga persoalan tidak melulu dilihat secara hitam-putih. Lebih-lebih bila semua pihak juga memperjuangkan hal yang sama, yaitu keutuhan NKRI dan kesejahteraan rakyat," kata Teguh saat berbincang redaksi beberapa saat lalu (Selasa, 30/9).

Dalam konteks ini, Teguh mengatakan "pemain tengah" yang punya kemampuan menjadi pencair kebekuan politik adalah figur seperti alm. Taufik Kiemas. Semasa hidupnya, Taufik Kiemas berperan sebagai komunikator dan jembatan di antara beberapa kepentingan yang tampak bertubrukan.

"Kita butuh figur seperti alm. Pak TK," ujar dosen di London School of Public Relations, Jakarta, ini.

Dia membayangkan, kehadiran tokoh seperti alm. Taufik Kiemas itu membuat komunikasi politik kedua kubu seperti di dalam Paripurna DPR akhir pekan lalu akan berakhir dengan produktif dan tidak meninggalkan silang sengketa berkelanjutan.

"Saya berharap muncul sosok seperti alm. Pak TK baik dari PDIP maupun kubu lawan mereka," demikian Teguh. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya