Berita

ilustrasi/net

Rumah Kreasi Indonesia Hebat Bentuk Sejuta Relawan Anti Narkoba

SELASA, 30 SEPTEMBER 2014 | 06:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rumah Kreasi Indonesia Hebat dan Perempuan Indonesia Hebat, yang merupakan relawan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014, mau mewujudkan komitmen untuk memberantas penyalahgunaan narkoba dengan membentuk sejuta Relawan Anti Narkoba.

""Kami bahkan sudah membentuk Tim Peggerak Nasional Sejuta Relawan Anti Narkoba dipimpin Ibu Sri Rachma Chandrawati dan  yang telah dideklarasikan bersamaan dengan pelantikan RKIH DKI Jakarta pada Minggu 14 September lalu," kata Ketua Umum RKIH, Kris Budihardjo, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 29/9).

Karena tak mau larut dalam retorika memberantas narkoba, ungkapnya, dua hari lalu, pihaknya sudah menggelar Focus Group Discussion yang langsung dipimpin oleh Kepala BNN Komjend Anang Iskandar. Acara yng dikemas dalam bentuk Training of Trainer ini diadakan Deputi Pencegahan BNN di Hotel Western Cawang


"Kami tidak ingin beretorika saja, tapi ingin segera bergerak sebagai relawan anti narkoba, untuk itu kami mendapatkan pembekalan dari BNN selama dua hari ini", ujar Sri Rachma Chandrawati yang juga Ketua Umum Perempuan Indonesia Hebat ini.

Sri Rachma pun sangat mengapresiasi BNN yang merespons komitmen mereka untuk membentuk sejuta relawan anti narkoba dengan memfasilitasi pelatihan.

Acara ini juga dihadiri Ketua Umum Gerakan Nurani Nusantara (GANN), M Fariza Y Irawady. GANN merupakan  sebuah LSM di bidang pencegahan bahaya narkoba yang telah melatih sedikitnya 40 ribu peserta dalam pembekalan motivasi anti narkoba. M Fariza yang turut mengisi materi motivasi pada TOT itu menegaskan bahwa semakin besarnya jaringan pengedar narkoba harus diimbangi dengan semakin besar pula gerakan rakyat untuk mengatasinya.

"Dan RKIH PIH memiliki potensi luar biasa untuk itu," demikian Fariza. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya