Berita

ilustrasi/net

Politik

Barisan Jokowi Ajak Massa Bergabung dengan Aksi Hadang Kepulangan SBY

Ancam Gagalkan Bali Democracy Forum
SENIN, 29 SEPTEMBER 2014 | 14:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pendukung presiden terpilih Joko Widodo tampak serius merancang gerakan penghadangan kepulangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari lawatan luar negeri yang cukup panjang.

Koordinator aksi menghadang SBY adalah aktivis Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Syafti Hidayat. Dia mengajak masyarakat datang mendukung aksi pihaknya yang dijadwalkan pada Selasa dinihari (30/9) pukul 00.30 WIB sesuai jadwal kedatangan SBY yang diterima pihaknya.

"Masyarakat yang  hendak mendukung aksi hadang SBY untuk menyerahkan penghargaan 'Bapak Anti Demokrasi' hendaknya bergabung. Kita langsung kumpul di depan bandara (ruang tiba/berangkat) dan VVIP. Jika  dilarang masuk, kita berkumpul di depan gerbang keluar dari bandara," kata Syafti dalam siaran persnya, Senin (29/9).


Rencana aksi dilakukan menyusul pengesahan UU Pilkada yang menghapus mekanisme Pilkada Langsung. Pendukung Jokowi menganggap SBY dan Partai Demokrat di DPR RI sebagai dalang di balik kegagalan koalisi Jokowi-JK mempertahankan Pilkada Langsung.

"Ketika rakyat berteriak karena hak demokrasi dirampas, sedangkan Tuan Presiden bergembira-ria menerima penghargaan di luar negeri, sudah selayaknya rakyat menyambut dan memberi penghargaan," tambah Syafti.

Selain penghargaan Bapak Anti Demokrasi, Bara JP juga telah menyiapkan sebuah trofi "Best Actor UU Pilkada DPRD The Movie". Penghargaan ini akan diberikan dalam acara kenegaraan di Istana Presiden RI, massa akan mengantarkan trofi dari seberang Istana.

Bara JP juga berencana menghadang pelaksanaan acara Bali Democracy Forum (BDF) VII 10-11 Oktober 2014. Alasannya, SBY merupakan Bapak Anti Demokrasi yang secara moral tidak punya hak lagi untuk berbicara tentang demokrasi. Tiga kepala negara asing akan ikut berbicara, yaitu Presiden Filipina Benigno Aquino, PM Timor Leste Xanana Gusmao dan Sultan Brunei Hasalnah Bolkiah. Delegasi 51 negara dari Asia Pasifik juga akan hadir.

"Kami akan menyurati ketiga kepala negara dan 51 negara peserta, supaya Bali Democracy Forum VII jangan diselenggarakan di Indonesia. Setidaknya, SBY jangan sampai hadir dalam acara itu," tandas Stafti. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya