Berita

amien rais/net

Amien Rais Diingatkan Tak Membenci Rakyat Indonesia

SENIN, 29 SEPTEMBER 2014 | 07:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Amien Rais bahwa ia sujud syukur ketika mendengar Fraksi Demokrat walk out sehingga memberi jalan untuk menolak pilkada langsung dan mengembalikan hak politik rakyat pada DPRD, ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi sementara aktivis 1998.

Di antara aktivis itu adalah Fahmi Habsy, yang kini menjadi Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti. Fahmi pun mengungkapkan keheranan dan kekecewaanya dengan menulis sajak (Baca: Sujud Syukur di Atas Kuburan).

Fahmi mengingatkan, Amien Rais berhak membenci Jokowi-JK, Megawati, PDIP, Nasdem, PKB, NU atau apapun termasuk kecewa karena PAN kalah dalam Pilpres. Namun demikian, Amien tidak boleh membenci rakyat Indonesia dan hak-hak politiknya.


"16 tahun lalu Anda juga ikut sujud syukur ketika berhasil bersama seluruh para pejuang mengambil kembali hak-hak politik rakyat dari rezim otoriter, dan Anda pun karena reformasi bisa jadi pembesar negeri," kata Fahmi beberapa saat lalu (Senin, 29/9).

Menurut Fahmi, ada bahaya besar bangsa ini jika permisivisme politik mengerikan yang ditampilkan tokoh-tokoh gaek bangsa untuk ditiru di masa datang bagaikan kancil yang pilek tak bisa mencium harapan rakyat. Seorang koruptor kelas kakap pun pun tidak akan euforia sujud syukur pada Tuhan ketika berhasil menggondol uang rakyat yang merupakan hak rakyat karena dihati kecilnya pasti merasa berdosa.

"Inikan sama esensinya. Apalagi di tengah malam yang bagi sebagian umat Islam digunakan untuk bertahajud dan mencari rahmat dan berkat-Nya," kata salah satu inisiator PDIP Projo ini

Fahmi mengaku tercengang tak terkira apalagi dari literatur yang ia baca diktator-diktator di negara manapun ketika mereka berhasil mengebiri hak politik rakyatnya untuk mengamankan kekuasaannya tidak sampai hati menyombongkan dengan meluapkan kegembiraan di depan publik apalagi menyatakan sujud syukur.

"Jujur saja, saya malu mendengar itu sebagai anak muda Indonesia dan sebagai seorang muslim yang masih perlu banyak belajar, " kata Fahmi, sambil mengatakan sajak tersebut dipersembahkan untuk rakyat yang terus melawan mempertahankan hak suaranya. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya