Berita

fahmi habsy/net

Politik

SBY Dianjurkan Tidak Pulang ke Indonesia

SABTU, 27 SEPTEMBER 2014 | 14:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi sosok yang paling disalahkan setelah Fraksi Demokrat DPR RI memilih walk out dalam rapat paripurna pengesahan RUU Pilkada di DPR RI.

Padahal, beberapa hari sebelumnya, SBY selaku Ketua Umum, menyatakan dukungan kepada pilkada langsung dan memerintahkan fraksi Demokrat untuk mendukung penolakan pilkada melalui DPRD.

Kekecewaan atas hal tersebut beredar di dunia maya hingga hashtag #ShameOnYouSBY menembus trending topic dunia teratas di Twitter saat SBY sedang melakukan lawatan ke Amerika Serikat.


Direktur Eksekutif Pusat Kajian (Pusaka) Trisakti, Fahmi Habsyi, mengatakan, jika sudah begini masif-nya kekesalan publik terhadap SBY, ia sarankan SBY untuk tidak kembali ke Indonesia hingga memiliki waktu untuk merenung dan berpikir lebih jernih di luar negeri apa yang harus dilakukan untuk bangsa dan kehormatannya sendiri.

"Saat seluruh rakyat menanti pertaruhan masa depan hak politik dan demokrasinya, dia malah jalan-jalan. SBY sebaiknya tidak usah kembali ke Indonesia hingga pelantikan presiden tanggal 20 Oktober. Jadi SBY punya waktu untuk berpikir jernih apa yang sebaiknya dilakukan untuk bangsa ini kedepan, " ujarnya kepada , Sabtu (27/9).

Dengan merenung, lanjut politisi PDI Perjuangan itu, SBY bisa mendapatkan hidayah dan pencerahan dari Tuhan YME untuk memilih dua opsi.

Opsi pertama, SBY  kembali Indonesia untuk bergabung bersama-sama rakyat dan mengajak partai yang dipimpinnya Demokrat memperkuat koalisi pemerintahan Jokowi-JK dan membagikan sumbangsih pemikiran untuk membangun Indonesia. Opsi kedua, BY tetap mempertahankan dukungannya pada koalisi yang dikomandani Amien Rais yang makin memerosotkan kewibawaan dan kehormatan SBY di mata publik.
 
"Atau, jika SBY masih penuh keraguan atas dua opsi di atas, masih ada opsi ketiga. SBY tidak usah kembali ke Indonesia dan tetap tinggal di luar negeri untuk menikmati masa pensiun, menulis buku dan menciptakan lagu dibanding jadi cibiran publik nasional dan dunia internasional tanpa legacy yang diwariskan.  Saya yakin banyak negara yang bersedia menerima SBY tinggal di sana," tandasnya. [ald]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya