Berita

stop ebola!/net

Dunia

IMF Gelontorkan 130 Juta Dolar AS Bantu Basmi Ebola di Afrika Barat

SABTU, 27 SEPTEMBER 2014 | 13:27 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Dana Moneter Internasional atau IMF menggelontorkan bantuan dana sebesar 130 juta dolar AS atau setara dengan 1,56 triliun rupiah untuk membasmi Ebola yang tengah mewabah di kawasan Afrika Barat.

"Wabah Ebola di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone telah menelan terlalu banyak kehidupan," kata Direktur eksekutif IMF Christine Lagarde dalam pernyataannya pada Jumat (26/9).

Karena itulah ia menyetujui penggelontoran dana bantuan itu sebagai bagian dari keputusan yang dipercepat demi membantu Guinea, Liberia, dan Sierra Leone dalam menghadapi wabah Ebola yang hingga saat ini, menurut catatan WHO, telah menelan lebih dari tiga ribu korban jiwa sejak Desember tahun lalu.


Total bantuan dana itu akan digelontorkan ke tiga negara terparah yang terkena Ebol. Guinea akan mendapatkan bantuan dana sebesar 41 juta dolar AS (atau setara dengan 492 miliar rupiah), Liberia mendapatkan 49 dolar AS (atau setara dengan 588 miliar rupiah), dan Sierra Leone sebesar 40 juta dolar AS (atau senilai 480 miliar rupiah).

"IMF akan bekerja keras dengan pihak berwenang dari negara-negara yang terkena dampak dan mitra pembangunan mereka untuk memastikan bahwa wabah tersebut dengan cepat bisa dikendalikan sebagai upaya untuk membangun kembali ekonomi yang juga berkaitan di dalamnya," tandasnya dikutip AFP. [mel]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya