Berita

gede pasek/net

Politik

Pernyataan Pasek Tentang Sakit Hatinya Demokrat Tidak Mewakili Fraksi

SABTU, 27 SEPTEMBER 2014 | 13:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan, menegaskan bahwa pernyataan anggota Fraksi Demokrat, Gede Pasek Suardika, dalam sidang paripurna pengesahan RUU Pilkada di gedung DPR, Komplek Senayan, Jakarta, Jumat dinihari (26/9), merupakan pendapat pribadi.

Gede Pasek yang dalam sidang itu mengambil sikap menolak Pilkada lewat DPRD sempat melontarkan pernyataan yang mengesankan aksi walk out fraksi Demokrat dari paripurna sebagai tindakan balas dendam Demokrat terhadap PDIP. Pasek mengatakan, sikap Demokrat tidak perlu dipersoalkan. Lebih-lebih PDI Perjuangan juga sering walk out. Sikap Fraksi Demokrat itu anggap saja mengikuti yang selama ini sering dilakukan PDI Perjuangan sebagai partai lebih senior.

"Juga biar (PDIP) sama-sama merasakan bagaimana sakit hatinya kalau ditinggallkan. Walk out," kata Gede Pasek, yang disambut riuh rendah suara di ruang sidang.


Ramadhan Pohan meluruskan bahwa pernyataan itu merupakan pandangan pribadi Pasek, bukan hal yang dibicarakan fraksi Demokrat.
 
"Pasek itu pribadi, bukan pernyataan fraksi. Walk out itu kan konstitusional. Kalau PDIP sering lakukan walk out itu urusan PDIP. Saya pribadi tidak setuju pada walk out, tapi kalau itu langkah politik fraksi ya saya ikuti," ujar Pohan dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (27/9).

Sebelumnya, Pohan juga menekankan bahwa fraksi Demokrat sudah berusaha keras melaksanakan perintah SBY memenangkan opsi Pilkada Langsung disertai 10 Perubahan. Dan, perintah itu pula yang diserukan oleh Sekjen DPP Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

Menurut dia, untuk mengetahui siapa yang paling bertanggungjawab atas perintah keluar dari ruangan sidang itu bukan persoalan sulit. Karena, anggota fraksi Demokrat, Benny K. Harman, sendiri yang membacakan pernyataan fraksi yang atas izin ketua fraksi, Nurhayati Ali Assegaf.

Partai Demokrat sampai detik ini masih berpikir opsi "Pilkada Langsung dengan 10 perbaikan" adalah yang terbaik. Kalau proses politik akhirnya mengatakan hal beda, Demokrat tak bisa berbuat banyak.

"Usulan ini bukan turun dari langit, tapi sudah kajian mendalam. Pilkada langsung dengan 10 perubahan sudah kami perjuangkan sejak Panitia Kerja DPR, tapi tidak ada yang menerima, bahkan kami gagal membawakan itu sebagai agenda voting," terangnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya