Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Jangan Takut dengan Ancaman Kapitalis Asing Setelah KMP Menang

SABTU, 27 SEPTEMBER 2014 | 12:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Terdengar kabar bahwa investor asing menyambut negatif UU Pilkada Tak Langsung yang baru saja disahkan DPR. Senilai Rp 800 miliar "kabur" dari lantai bursa.

Ekonom senior, Fuad Bawazier, mendengar bahwa semua itu terjadi hanya karena RUU Pilkada dimenangkan Koalisi Merah Putih. Sesaat setelah itu, kapitalis asing dan kaki tangannya di Indonesia gusar. Namun, Fuad meminta semua pihak tak perlu resah.

"Tenang saja dengan kabar larinya modal asing Rp 800 miliar dari BEI. Apalagi itu hanyalah hot money bukan FDI (Foreign Direct Investment). Jumlah itu tidak ada arti apa-apa bagi ekonomi Indonesia, dan sudah rutin modal in and out seperti itu," kata Fuad lewat pesan elektronik kepada redaksi.


Fuad mengetahui bahwa reaksi pasar elite hanya sesaat, sekadar ingin mendapatkan pengakuan eksistensinya. Dan pada akhirnya yang mereka ikuti hanya naluri bisnis yaitu berburu keuntungan.

"Dan naluri keuntungan akan di-drive oleh faktor-faktor objektif di pasar, bukan faktor politik. Buktinya rupiah tetap melemah padahal Jokowi yang katanya jago yang mereka inginkan sudah menang jadi presiden," ungkapnya.

Fuad menambahkan, pelaku pasar elite yang didominasi pemodal asing juga menginginkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinaikkan, dan bila nanti Jokowi mengabulkannya maka rupiah akan menguat 1-3 hari saja untuk menunjukkan "pasar" menyambut baik kebijakan Jokowi menaikkan harga BBM.

"Tapi, setelah itu, rupiah akan ambruk. Jadi kita tidak usah ketakutan dengan perilaku bandit elite pasar itu. Hanya sesaat. Mereka akan tetap 'ngamen' di Indo selama ada keuntungan, sementara kita lebih banyak dirugikan oleh kehadiran modal asing yang terlalu bebas," terangnya. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya