Berita

prabowo subianto/net

Politik

Prabowo Geram, KMP Diserang Media Asing Setelah Menangkan RUU Pilkada

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2014 | 15:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mengutip pernyataan Amien Rais selaku tokoh Koalisi Merah Putih (KMP), Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa KMP adalah pertahanan terakhir bagi kedaulatan bangsa.

Hal itu dikatakan Prabowo saat membuka Orientasi Anggota DPR periode 2014-2019 dari Koalisi Merah Putih, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (26/9).

Prabowo memuji soliditas KMP di DPR RI yang beberapa waktu terakhir mampu memenangkan pertarungan politik mulai dari pembuatan UU MD3, tata tertib DPR, pemilihan pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dan terakhir pengesahan RUU Pilkada.


"Saya merasa bangga jadi bagian dari KMP ini. Saya ucapkan selamat atas perjuangan kita. Perjuangan kita adalah mulia," tegasnya.

Masih menyangkut kedaulatan bangsa, Prabowo Subianto mengaku langsung menerima laporan yang tak mengenakkan hatinya setelah KMP memenangkan opsi Pilkada Lewat DPRD lewat mekanisme voting dalam pengesahan RUU Pilkada.  

"Saya diberi laporan, begitu kita menangkan voting, langsung pers asing menyerang dan mengomentari kita. Ada urusan apa dia urusin Indonesia? Emang dia kasihan sama kita, kalau kita miskin dia kasian? Ratusan juta rakyat kita di bawah garis kemiskian, dia kasihan?" ucapnya keras.

"Dia (pers asing) memang ingin Indonesia jadi sapi perahan, tidak boleh mati karena harus diperas. harus dipelihara, kalau perlu gemuk. Kasih rumput tapi hidungnya dicucuk. Itu yang mereka kehendaki," lontar Prabowo lagi.

Dari buku-buku tentang sejarah konfrontasi yang mengutip dokumen rahasia, Prabowo mengungkapkan, bahwa pihak asing sudah mencampuri kedaulatan Indonesia dari sejak lahirnya NKRI.

"Saya ingin tegaskan kembali, perjuangan kita mulia. Mereka (asing) berhasil lewat infiltrasi budaya dan politik, terutama mencuci otak cendikiawan dan intelektual kita," tegasnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya