Berita

Politik

Hilangnya Hak Politik Rakyat Akibat PDIP yang Cuma Pentingkan Kekuasaan

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2014 | 14:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

PDI Perjuangan dan partai politik lain yang memilih opsi Pilkada langsung adalah penyebab hilangnya keterlibatan rakyat dalam Pilkada.

"Mengapa? Karena keinginan mempertahankan Pilkada langsung hanya untuk berhitung bagaimana berkuasa," kata staf khusus Presiden, Andi Arief, kepada redaksi, Jumat siang (26/9).

Buktinya, lanjut Andi, sejak awal PDIP, Hanura dan PKB tidak mempedulikan syarat yang diajukan Partai Demokrat untuk perbaikan opsi Pilkada Langsung.


"Nasi telah menjadi bubur, hilangnya keterlibatan rakyat adalah akibat PDI Perjuangan dan koalisinya yang mengabaikan peningkatan kualitas perekruitan kepala daerah," terangnya.

Seperti diketahui, fraksi Partai Demokrat mengajukan 10 syarat menerima Pilkada Langsung pada rapat paripurna pengesahan RUU Pilkada dinihari tadi. Dengan demikian fraksi Demokrat ajukan opsi ketiga. Namun karena merasa tidak diterima, fraksi Demokrat memutuskan keluar dari ruang sidang alias abstain.

Inilah 10 syarat yang diajukan Demokrat: (1) Uji publik atas integritas calon gubernur, calon bupati dan calon wali kota.(2) Efisiensi biaya penyelenggaraan pilkada mutlak dilakukan.(3) Perbaikan atas pengaturan dan pembatasan pelaksanaan kampanye terbuka.(4) Akuntabilitas penggunaan dana kampanye.(5) Larangan politik uang dan sewa kendaraan partai.(6) Melarang Fitnah dan kampanye Hitam.(7) Larangan Keterlibatan Aparat dan Birokrasi Negara terhadap CaLon atau Partai.(8) Larangan pencopotan aparat birokrasi paskapilkada (paska pemilihan kepala daerah selesai)(9) Perbaikan atas penyelesaian sengketa pilkada.(10) Pencegahan kekerasan dan Pertanggungjawaban calon atas kepatuhan Para Pendukungnya. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya