ilustrasi/net
ilustrasi/net
Menurut pengamat hukum dan politik dari Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Theofransus Litaay, kepada redaksi (Jumat, 26/9), Pilkada lewat DPRD bisa lolos disahkan berkat manuver politik Fraksi Partai Demokrat yang melakukan walk out karena 10 syaratnya tidak diterima rapat paripurna.
"Ini adalah langkah mundur atau set back terhadap demokrasi. Selama ini pemilihan langsung di pusat dan daerah selalu didengungkan Presiden Yudhoyono sebagai simbol reformasi politik Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Namun ironisnya, Partai Demokrat yang dipimpin Presiden SBY justru menjadi motor untuk melakukan manuver politik yang mengorbankan hak politik warga negara," ujar Theo Litaay.
Populer
Selasa, 07 April 2026 | 05:19
Selasa, 07 April 2026 | 12:34
Selasa, 07 April 2026 | 11:04
Rabu, 08 April 2026 | 05:43
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 09 April 2026 | 12:18
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Sabtu, 18 April 2026 | 00:13
Sabtu, 18 April 2026 | 00:01
Jumat, 17 April 2026 | 23:39
Jumat, 17 April 2026 | 23:21
Jumat, 17 April 2026 | 23:01
Jumat, 17 April 2026 | 22:36
Jumat, 17 April 2026 | 22:14
Jumat, 17 April 2026 | 21:45
Jumat, 17 April 2026 | 21:35
Jumat, 17 April 2026 | 21:20