Berita

partai golkar

Politik

Inilah 11 Politisi Golkar Pendukung Pilkada Langsung

Konsisten Perjuangkan Aspirasi Rakyat
JUMAT, 26 SEPTEMBER 2014 | 11:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Fraksi Partai Golkar tidak solid dengan intruksi partai mendukung pemilihan kepala daerah (Pilkada) lewat DPRD dalam RUU Pilkada yang diputuskan dalam sidang paripurna DPR RI, Jumat dinihari tadi (Jumat, 26/9).

Dari 84 Anggota Fraksi Golkar yang hadir, 11 diantaranya dengan terangan-terangan berseberangan dan mendukung Pilkada langsung. Mereka adalah; Poempida Hidayatulloh, Agus Gumiwang Kartasasmita, Nusron Wahid, Emil Abeng, Neil Iskandar, Oheo Sinapoy, Gusti Iskandar, Zainudin Amali, Chairuman Harahap, Nudirman Munir dan Taufik Hidayat.

Politisi muda Golkar Poempida Hidayatulloh mengatakan, 11 politisi Golkar yang memilih berbeda dengan keputusan fraksi saat pengambilan keputusan opsi untuk pengesahan RUU Pilkada, patut tercatat dalam sejarah Golkar yang terkenal selalu kompak dan solid dalam pengambilan keputusan di Paripurna DPR.


Terlepas dari konsekuensi dan sanksi yang telah diultimatumkan oleh Fraksi bahkan DPP Partai Golkar, ungkap Poempida, ke 11 orang ini konsisten untuk memperjuangkan aspirasi rakyat sesuai dengan sumpah jabatannya.

"Suara Golkar Suara Rakyat yang selama lima tahun terakhir kita gaungkan untuk kemajuan dan kebangkitan kembali Golkar, telah terepresentasikan oleh 11 orang yang mendukung dilaksanakan Pilkada langsung oleh rakyat," jelas dia kepada redaksi, Jumat (26/9).

Poempida menambahkan, ini bukan suatu akhir dari perjuangan. Tapi ini adalah suatu awal dari langkah menciptakan paradigma baru ke depan dalam konteks membangun demokrasi yang bermartabat. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya