Berita

POLEMIK RUU PILKADA

Ini Momentum Tepat bagi PAN dan PKS untuk Merger dengan Golkar

JUMAT, 26 SEPTEMBER 2014 | 02:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sikap Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tiba-tiba menolak pilkada langsung pasca kekalahan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa pada saat pilpres 9 Juli 2014 mencerminkan semangat reformasi yang diusung sebagai landasan pendirian partai tersebut era 98 sebagai antitesis Golkar saat itu telah gugur dengan sendiri.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, menanggapi sikap partai-partai yang dahulu dianggap reformis ternyata berbalik mendukung apa yang telah dijalankan oleh Orde Baru diera Golkar zaman Suharto.

"Ini saat yang tepat buat PAN dan PKS membubarkan diri untuk bergabung dengan Golkar karena hakekat reformasi yang diperjuangkan dahulu dikubur oleh ambisi jangka pendeknya," kata Fahmi kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 26/9).


Fahmi pun teringat pada momentum ketika Amien Rais berpidato deklarasi Majelis Amanat Rakyat (Mara) sebagai embrio PAN. Amien begitu mengebu-gebu mendukung pilkada dan pilpres langsung dan menyatakan bahwa MARA akan memperjuangankan agenda reformasi. Namun hari ini Amien Rais sudah layak menjadi Ketua Golkar baru jika PAN merger dengan Golkar.

"Sebagai aktivis 98 dan kaum muda, saya minta maaf karena telah salah mendengarkan dan percaya pada pidato Amien saat itu. Hari ini saya mengimbau agar segala penyebutan Amien Rais sebagai tokoh reformasi haram tercatat dalam literatur sejarah Bangsa demi kehormatan dan darah korban tragedi trisakti dan semanggi," demikian Fahmi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya