Berita

Hukum

Perang Melawan Korupsi harus Dimulai dari Gedung Dewan

KAMIS, 25 SEPTEMBER 2014 | 15:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Perang melawan korupsi hanya dapat efektif jika dimulai dari gedung perwakilan rakyat, baik itu DPR, DPRD Tingkat I atau DPRD II. Pasalnya, pemerintahan yang berpola oligarkis akan terus muncul bila control dari lembaga legislatif justru tumpul.

"Momentum pergantian wajah baru anggota DPRD harus dimanfaatkan masyarakat Banten untuk menata kembali wajah yang sudah tidak ganteng lagi melalui perbaikan tata dan cara kerja para anggota dewan, yang dimulai dari Ketua DPRD,” tegas anggota DPR RI Kiai Maman Imanulhaq.

Politikus PKB ini mengungkapkan hal tersebut saat menjadi pembicara bedah buku “Melawan Korupsi Di Banten” karya Ananta Wahana, anggota DPRD dari Partai PDIP di Gedung Serba Guna DPRD Propinsi Banten, kemarin.


Hadir sebagai pembicara dalam acara bedah buku itu adalah para tokoh yang dikenal gigih melawan korupsi di tingkat lokal ataupun nasional. Selain Kiai Maman, hadir tokoh ulama kharismatis/Ketua NU Serang, KH Matin Syarkowi; tokoh ulama berpengaruh di Banten, KH Khozinul Asror; Sekjen FITRA, Yenny Sucipto; tokoh masyarakat Banten, Najmudin Busro; serta penulis buku.

Kiai Maman yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, Majalengka memuji Ananta Wahana yang telah berani menyusun sebuah buku dari kiprahnya melawan korupsi di Banten. Buku tersebut, harus dijadikan cermin bagi seluruh anggota DPRD terpilih, jika memang menghendaki Banten bebas dari korupsi.
 
“Buku ini adalah ideologi hidup Ananta Wahana yang tidak ada kaitannya dengan urusan agama, suku, ras atau bahkan partai. Yang harus digarisbawahi, siapa yang mempermasalahkan agama, suku, atau ras dia bisa digolongkan sebagai pelaku korupsi. Setidaknya, pikiran yang digunakan sudah terkontaminasi kriteria korupsi. Sehingga tokoh seperti Ananta Wahana harus dijadikan Ketua DPRD, supaya kemakmuran cepat datang di Banten,” ujarnya.
 
Umumnya para pembicara sepakat bahwa perlawanan terhadap korupsi harus dimulai dari Gedung DPRD dan diawali dari jabatan paling tinggi. Komitmen melawan korupsi adalah langkah awal menuju gerbang kemakmuran seperti yang diamanatkan UUD 1945. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya