Berita

M Romahurmuziy/net

Politik

POLEMIK RUU PILKADA

Ini Sembilan Alasan PPP Tolak Pilkada Langsung

KAMIS, 25 SEPTEMBER 2014 | 10:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menyampaikan sikap dalam sidang Paripurna DPR RI terkait pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala daerah (RUU Pilkada).

Sekjen DPP PPP, M Romahurmuziy mengatakan sikap yang disampaikan nanti adalah memoratorium pilkada langsung, atau mendukung pilkada lewat DPRD.

Jelas Romahurmuziy, diperlukannya moratorium pilkada langsung disebabkan oleh sembilan alasan setelah melakukan evaluasi selama pelaksanaannya sejak 1 Januari 2005.


Pertama, tingginya biaya politik, yang memunculkan barrier to entry dari calon berkualitas tapi berbiaya cekak. Kedua, munculnya politik balas budi dengan mengarahkan program bansos hanya kepada kantong-kantong desa yang memilihnya.
Katiga, kebutuhan cari uang kembalian menjadikan 60 persen (292) kepala daerah yang terpilih secara langsung terjerat persoalan hukum.

Keempat, pilkada langsung meningkatkan eskalasi konflik horisontal. Kelima, pilkada langsung memunculkan sejumlah ketidakpastian karena berlarut-larut dalam sengketa pilkada di MK yang sampai beberapa waktu lalu menimbulkan skandal tersendiri. Keenam, pilkada langsung memunculkan fenomena 'ketidakpatuhan' koordinasi bupati/walikota kepada gubernur selaku kepanjangan tangan pemerintah pusat.

Ketujuh, moratorium pilkada langsung akan menghemat anggaran negara sekitar Rp 50 triliun dalam 5 tahun, yang bisa digunakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Delapan, pilkada oleh DPRD adalah pelurusan arah demokrasi, dari demokrasi liberal ke demokrasi Pancasila, sesuai demokrasi perwakilan yang tertulis dalam sila Pancasila sila keempat. Sembilan, pilkada langsung melestasrikan money politics, menjadikan demokrasi langsung kehilangan esensi.

"PPP memahami bahwa pemilihan langsung adalah luxury demokrasi, kemewahan demokrasi oleh rakyat. Namun, saat ini diperlukan moratorium sampai dengan 9 ekses yang menjadi catatan PPP dapat diperbaiki," demikian Romahurmuziy alam keterangannya sesaat lalu, Kamis (25/9). [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya