Berita

Emron Pangkapi

Wawancara

WAWANCARA

Emron Pangkapi: Terserah Mereka Menafsirkan Apa Kami Memenuhi Undangan Sahabat

KAMIS, 25 SEPTEMBER 2014 | 08:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Emron Pangkapi membantah telah melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rakernas PDIP di Semarang, Jumat (19/9).

“Pertemuan tersebut terbuka dan dihadiri beberapa tamu un­da­ngan lainnya,’’ kata Emron Pang­­kapi kepada Rakyat Mer­deka di Jakarta, Selasa (23/9). 

Saat itu, lanjutnya, Megawati mengundang para tamu untuk mi­num teh di transit room sebe­lum acara press conference dimulai.


“Saya tidak sendiri, ada Pak JK, Surya Paloh, Mbak Puan Ma­harani. Ada juga Drajad Wibowo dan Tjatur Sapto Edy dari PAN,” ungkapnya.

Berikut kutipan selengkapnya;

Kenapa Anda hadir di Rakernas PDIP?
Saya hadir mewakili DPP PPP untuk merespons undangan khu­sus DPP PDIP. Tujuan saya mem­pererat silaturahmi antara PPP dengan partai-partai lain, khu­susnya PDIP.

Hubungan Tokoh-tokoh PPP dan PDIP, selama ini terjalin baik, terutama ketika Ibu Megawati jadi Presiden dan Hamzah Haz menjadi wapresnya yang saat itu Ketua Umum PPP.  Jadi, wajar­lah hubungan tetap terjalin baik.

Apakah itu pertanda PPP akan merapat ke  Jokowi?
Terserah masing-masing indi­vidu untuk menafsirkannya apa. Yang jelas memenuhi undangan sahabat adalah perbuatan baik. Kami tidak pikir jauh-jauh, ada undangan teman, mengapa tidak hadir. Soal rapat merapat kema­na, tidak ada kaitan dengan ha­dirnya saya di Rakernas PDIP.

PPP sampai sekarang berada di ba­risan KMP (Koalisi Merah Pu­tih). Hanya  Mukernas  atau Muk­­tamar yang bisa mengubah ha­luan politik partai.

Apa yang dibicarakan de­ngan Megawati saat itu?
Ibu Megawati hanya mengu­langi yang dipidatokan, menga­jak semua komponen untuk be­kerja sama demi kebaikan bang­sa di masa depan. Saya senang, ka­rena diterima di Rakernas itu dengan situasi yang sangat ha­ngat.

Apa yang disampaikan Jo­kowi dalam pertemuan terse­but?
Karena waktunya tidak ba­nyak. Pak Jokowi hanya bilang terima kasih kepada para tamu undangan. Tidak ada pembi­ca­raan khusus dengan beliau. Se­perti pembicaraan kabinet atau- pun soal koalisi.

Apa akan diputuskan berga­bung dengan Jokowi-JK dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) nanti?
Saya tidak bisa mendikte Mu­kernas dan meramalkan keputu­sannya. Terserah Mukernas saja. PPP itu kan diisi politisi-politisi berpengalaman. Silakan nanti bermusyawarah. Siapapun ketua umum dan pengurus DPP wajib menjalankan keputusan partai. Memang itu tempat mengambil keputusan.

Mukernas tetap dilaksa­nakan tahun ini?
Amanat Rapat DPP, Mukernas selambat-lambatnya diseleng­ga­rakan akhir September 2014. Tapi Sekjen PPP sebagai ketua teknis Mukernas agaknya masih mem­per­timbangkan jadwal ber­kaitan soal teknis.

Yang jelas, 13 September la­lu, kami sudah melaksanakan Rapat Pimpinan Nasional (Ra­pim­nas) di Jakarta. Semua ke­putusannya sudah disosialisa­sikan ke Dewan Pimpinan Wi­layah (DPW) dan Dewan Pim­pinan Cabang (DPC). Terutama tentang pemberhentian Surya­dharma Ali (SDA) sebagai Ke­tum PPP. Dengan segala lan­dasan konstitusionalnya serta me­kanisme keputusannya.

Bagaimana respons DPW dan DPC?
Alhamdulillah DPW dan DPC dapat menerima keputusan terse­but. Mayoritas mereka berada di belakang kita. Ini dilakukan bu­kan karena benci SDA.  Tapi se­mata-semata memberikan kesem­patan beliau berkonsetrasi meng­hadapi persoalan hukum, dan memisahkan kasusnya dari PPP, serta menjaga nama baik PPP.

Kita semua menempatkan na­ma baik PPP di atas persoalan-per­soa­lan yang menimpa kami. Be­gi­tulah etika dalam berpartai.  ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya