. Konflik internal di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum berakhir, namun terkesan makin memanas.
Sore ini kubu Suryadharma Ali - Syaifullah Tamliha memecat sejumlah pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Antara lain Ketua DPW Jatim, Sumut, Kepri, Jambi, Kalbar, Sulsel, Maluku, NTB, NTT dan Sekretaris DPW Bengkulu.
Menanggapi kabar pemecatan ini, kubu M Romahurmuziy - Emron Pangkapi tidak menerimanya.Romahurmuziy mengatakan, langkah pemecatan ini adalah simbol ambisi kuasa serta tidak ada makna legal formal dan organisatorisnya. Pasalnya, surat-surat keputusan tersebut tidak memiliki landasan hukum dalam administrasi negara di Kemenkumham.
"Selain itu, apa yang disebut sebagai surat keputusan tersebut juga bodong berdasarkan AD/ART PPP karena SDA telah diberhentikan pada 9 September yang lalu," kata dia kepada redaksi, Rabu (24/9).
"Hal ini sekali lagi menunjukkan kepemimpinan yang intimidatif dan jauh dari akhlaqul karimah," tambah Romahurmuziy.
Ia menyesalkan gaya-gaya kepemimpinan tanpa aturan yang merendahkan derajat PPP sebagai partai politik yang sarat akan sejarah. Untuk itu, pihaknya akan mengkonsolidasikan diri dalam Rapat Pleno DPP yang digelar lusa (Jumat, 26/9) untuk memastikan seluruh komponen DPP berada dalam satu barisan gerakan moral anti kesewenang-wenangan.
"Kepada instansi pemerintah terkait, dimohon mengabaikan segala bentuk 'pemecatan' yang dilakukan SDA Cs karena tak pernah ada makna legal-formalnya. Kepada seluruh DPW dan DPC PPP se-Indonesia agar mengabaikan segala surat yang tidak diterbitkan oleh DPP yang absah dibawah kepemimpinan Ketua Umum Emron Pangkapi dan Sekjen M. Romahurmuziy," demikian Romahurmuziy.
Sebelumnya, SDA dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Umum PPP dalam rapat pimpinan. Kemudian, Emron Pangkapi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP dan dikukuhkan dalam Rapimnas beberapa waktu lalu. SDA dicopot karena menjadi tersangka kasus korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012 saat dirinya menjabat Menteri Agama.
Tidak terima dipecat dan merasa masih sah sebagai Ketua Umum DPP PPP, SDA membalas sejumlah langkah pengurus DPP yang memberhentikannya. SDA bahkan tidak hanya mencopot jabatan sejumlah pengurus. Namun juga memberhentikan tiga nama dari keanggotaan PPP. Masing-masing Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi, Suharso Monoarfa dan Sekretaris Jenderal PPP, Romahurmuziy.
[rus]