Berita

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Zhang Gaoli Berbicara di Pertemuan Puncak perubahan Iklim di Marksa PBB/bbc

Dunia

Di Markas PBB, Tiongkok Tegaskan Komitmen Soal Perubahan Iklim

RABU, 24 SEPTEMBER 2014 | 11:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tiongkok untuk pertama kalinya berjanji untuk mengambil tindakan pada perusahaan-perusahaannya demi mengatasi perubahan iklim.

Hal itu dibuktikan dengan partisipasinya dalam pertemuan puncak terkait perubahan iklim yang digelar oleh PBB di markas besarnya di New York (Selasa, 23/9). Dalam kesempatan itu, Tiongok melalui Wakil Perdana Menterinya, Zhang Gaoli menyebut bahwa tujuan PBB menggelar pertemuan itu adalah untuk melakukan pemangkasan emisi mendalam hingga 2020, dan Tiongkok akan terlibat dalam hal itu.

"Sebagai tanggung jawab negara-negara utama, negara-negara berkembang utama, Tiongkok akan membuat upaya yang lebih besar untuk mengalamatkan perubahan iklim dan mengambil tanggungjawab internasional yang sepadan dengan kondisi bangsa kita dan kapabilitas yang sebenarnya," kata Zhang.


BBC mengabarkan, ini adalah kali pertama Tiongkok bersedia mengambil tindakan untuk melakukan pemangkasan karmon emisi.

Pertemuan puncak yang melibatkan lebih dari 120 pemimpin negara di dunia itu juga merupakan pertemuan tingkat tinggi terbesar yang terkait perubahan iklim yang pernah digelar sejak tahun 2009, di mana pembicaraan Copenhagen yang digelar gagal menjalankan agenda serupa.

"Belum pernah sebelumnya banyak pemimpin negara berkumpul untuk berkomitmen mengambil tindakan terkait perubahan iklim," kata Sekjen PBB Ban Ki-moon ketika menutup pertemuan.

Pertemuan itu digelar demi memantapkan komitmen seluruh negara jelang penandatanganan perjanjian komprehensif terbaru soal perubahan iklim yang akan dilakukan di Paris tahun depan. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya