Berita

Politik

Golkar Butuh Figur Ketum yang Berorientasi Besarkan Partai

RABU, 24 SEPTEMBER 2014 | 10:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Sekalipun Munas IX Partai Golkar baru digelar tahun 2015, munculnya para kandidat ketua umum membuktikan partai berlambang pohon beringin ini masih memiliki magnet dan captive market di masyarakat. Kendati masih ada kelompok yang mendesak agar Munas dipercepat Oktober 2014.

Menurut pengamat politik, Rusmin Effendy, siapapun yang maju dalam bursa calon ketum haruslah figur yang mampu mengembalikan citra positif dan paradigma Golkar sebagai partai rakyat.

"Perlu ada gerakan back to Golkar dan menjadikan Golkar sebagai partai petarung yang mampu memperjuangkan aspirasi rakyat," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/9).


Rusmin mengatakan, sepantasnya diapresiasi langkah beberapa elit Golkar yang telah mendeklarasikan diri maju dalam bursa kandidat ketum sebagai proses regenerasi kepemimpinan di tubuh partai.

"Saya kira apa yang sudah dilakukan para kandidat ketua umum dengan cara melakukan konsolidasi ke daerah-daerah mencari dukungan sesuatu yang positif. Yang penting, semuanya punya hak dan kesempatan yang sama untuk meraih dukungan dari DPD I maupun II Golkar. Soal siapa yang bakal terpilih nanti, tergantung Munas yang menentukan," kata dia.

Menanggapi gerakan Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG) yang dipimpin Zainal Bintang agar Munas tetap dilaksanakan Oktober, Rusmin menjelaskan, apa yang dilakukan Zainal Bintang itu ibarat memukul angin saja.

"Semua orang kan tahu siapa Zainal Bintang, apa sih prestasi yang sudah dilakukannya buat Golkar. Sebaiknya dia membenahi aja Ormas MKGR, apakah sudah benar atau belum. Kita 'kan harus belajar berorganisasi dengan benar," kritiknya.

Jika memang tak setuju Munas IX digelar tahun depan, jelas Rusmin, seharusnya disuarakan saat Munas VIII di Pekanbaru.

"Kenapa dulu tidak ada suara menentang keputusan tersebut," ujarnya pula.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya