Berita

Ari Soemarno/net

Fungsionaris Nasdem Usul KPK Panggil Ari Soemarno

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 | 14:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebaiknya memanggil Mantan Dirut Petral Ari Soemarno, untuk dimintai keterangan terkait seluk beluk praktek mafia migas di Indonesia, sebagai langkah awal merealisasikan pemberantasan mafia migas yang dicanangkan Presiden terpilih Joko Widodo.

Demikian disampaikan Fungsionaris DPP Partai Nasdem, Despen Ompusunggu di Jakarta, Selasa, (23/9).

Menurutnya, pemanggilan Ari Soemarno oleh KPK menjadi sangat penting, mengingat Ari Soemarno pernah menjabat Dirut Petral dan Dirut Pertamina, dimana kedua lembaga ini tidak bisa dilepaskan dari hiruk pikuk urusan tatakelola maupun mafia minyak dan gas di Indonesia yang sarat inefisiensi dan akal-akalan.


Ari Soemarno, lanjut Despen, yang dipercaya Jokowi memimpin kelompok kerja (Pokja) energi dan Satgas Anti Mafi Migas Tim Transisi, tidak boleh dibiarkan bekerja secara eksklusif dan tertutup, tanpa keterlibatan aparat penegak hukum khususnya KPK, untuk menyusun langkah dan skema pemberantasan mafia Migas, karena kuat dugaan ada konflik kepentingan (conflict of interest) antara Ari Soemarno dan jejaring mafia migas yang akan diberantas.

Pemberantasan mafia migas yang sudah berurat berakar di Indonesia, harus dilakukan secara transparan dan sistemik dengan dukungan publik, agar terhindar dari upaya akal-akalan politik atau sekedar pencitraan. Praktek yang sudah berlangsung puluhan tahun dengan kerugian negara triliunan rupiah, kata Despen, jelas tak mungkin diselesaikan tanpa pendekatan hukum yang tegas dan akuntabel, disertai dengan roadmap yang jelas dan terukur.

"Bukan sekedar membubarkan Petral, karena itu bisa saja hanya akal-akalan. Lalu, bagaimana mungkin publik percaya ada pemberantasan mafia Migas yang serius di tangan Ari Soemarno, yang justru diragukan kredibilitasnya serta diduga kuat terlibat permainan mafia Migas. Apalagi Ari sendiri disebut berperan penting dalam membesarkan kelompok kartel di anak perusahaan Pertamina, Petral, termasuk kasus impor minyak Zatapi," demikian Despen Ompusunggu. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya