Berita

Politik

Ini Klarifikasi Atas Pemberitaan Dana Riset Gunung Padang

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 | 14:16 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tim Riset Mandiri Gunung Padang mengklarifikasi pemberitaan media massa, terutama majalah Tempo, bahwa riset Gunung Padang menggunakan dana abadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang totalnya mencapai Rp 25 triliun.

"Kami perlu mengklarifikasi karena bisa menimbulkan persepsi negatif publik dan membuat elemen masyarakat yang memiliki hak atas bunga dana abadi pendidikan bisa menilai Mendikbud bersikap diskriminatif dan langggar aturan," kata salah satu pakar yang terlibat dalam riset, DR. Didit Ontowirjo, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (23/9).

Seperti diketahui, bunga dana abadi itu digunakan untuk riset, beasiswa, perbaikan sekolah akibat bencana dan dikelola  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Departemen Keuangan.


Dia mengatakan, melalui nota kesepahaman (MoU) 17 Agusus 2014, Mendikbud mengapresiasi riset multi disiplin di Gunung Padang dengan membentuk tim nasional. Kemendikbud pun mengalokasikan dana senilai Rp 3 miliar untuk penelitian Gunung Padang.

"Setiap rupiah dana tersebut harus dipertanggungjawabkan, karena itu LPDP sedang memproses niat baik Mendikbud tersebut," terang Didit.

Sebelumnya, Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan bahwa penelitian Gunung Padang tidak akan terpengaruh pergantian kepemimpinan nasional maupun tahun anggaran. Penelitian itu melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, TNI, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya