Berita

jokowi-jk/net

Tim Transisi Pastikan Jokowi-JK Komit Jalankan Politik Energi Sesuai Amanat Konstitusi

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 | 12:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pengelolaan energi di Indonesia selama ini belum mencerminkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan Deputi Kantor Tim Transisi Pemerintahan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto. Karena itu, lanjut Hasto, pemerintahan Jokowi JK berkomitmen menjalankan politik energi sebagai komoditas strategis yang dikuasai oleh negara dan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai amanah pasal 33 ayat 3 UUD 1945.

"Tim Transisi pun mengapresiasi berbagai masukan dari para pakar dan kita memang memerlukannya. Masukan para pakar itu niat ikut untuk membangun negeri," kata Hasto, sambil mengatakan, berdasarkan diskusi dengan pakar, Pokja Energi Tim Transisi menyebutkan masih ada tumpang tindih regulasi, lemahnya tata kelola dan kurangnya kehadiran negara beserta kelembagaannya sebagai regulator energi, dan bahkan ada persoalan fundamental dalam policy energi seperti revisi UU Migas yang menuntut perbaikan segera.


Berdasarkan masukan para pakar dan kajian Pokja Energi, Hasto menyampaikan beberapa rencana aksi yang dapat dilakukan Pemerintahan Jokowi-JK. Antara lain memastikan kehadiran negara untuk menjadi panglima dalam pengambilan keputusan tepat, cepat dan tegas dengan reformasi tata kelola sektor energi; pemberantasan mafia seluruh sektor energi yang mengganggu perekonomian negara; mereformasi SKK migas dilakukan melalui revisi UU migas sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi.

Hasto menyebutkan, rencana aksi lainnya yang bisa dilakukan yakni menjadikan BUMN sebagai motor penggerak ketahanan energi untuk membangun industri energi yang maju dan tangguh yang dapat menjadi daya tarik para diaspora energi agar mau bekerja kembali di tanah air; membangun kembali kepercayaan investor dengan menjamin iklim investasi energi yang menarik dan kondusif; menghormati kontrak migas berjalan; meninjau kembali dan memperbaiki sistim insentif fiskal migas;  memberi kepastian hukum; kecepatan dan kemudahan birokrasi perijinan satu atap; dan mengatasi ancaman krisis listrik yang di depan mata.

Sementara itu, katanya beberapa saat lalu (Selasa, 23/9), juga akan dilakukan perbaikan dan penguatan infrastruktur minyak bumi. Antara lain memodernisasi kilang minyak yang ada dan membangun baru, menggunakan minyak mentah bagian negara untuk diolah di kilang dalam negeri dan membeli bagian kontraktor, memperbesar dan menambah tangki-tangki penyimpan untuk memperpanjang cadangan BBM, dan menemukan sumur-sumur minyak baru untuk meningkatkan reserve replacement ratio baik di dalam maupun di luar negeri.

Selama masih menjadi nett importer migas, katanya, Pemerintah melalui skema G to G akan bekerjasama dengan negara-negara produsen minyak untuk mengamankan impor migas kita. Pertamina juga didorong untuk melakukan kerjasama B to B dengan pemain minyak dunia.

"Pertamina akan bertransformasi menjadi non listed public company untuk meningkatkan kemampuan manajerial, finansial korporasi dan SDM nasional," ungkap Hasto.

Pertamina juga diminta mengambil alih pengelolaan terhadap kontrak-kontrak yang akan habis. Memprioritaskan Pertamina dalam ekplorasi dan ekploitasi migas. Ini semua menuntut manajemen

"Pertamina untuk bekerja secara lebih profesional dan berkelas dunia di bawah pimpinan kalangan profesional yang memiliki integritas dan kapasitas tinggi serta siap bekerja keras. Revolusi mental bagi pegawai BUMN migas untuk memperbaiki etos kerja. Pertamina harus bebas dari campur tangan politik praktis," demikian Hasto. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya