Berita

militan membawa bendera isis/net

Dunia

Basmi ISIS, Obama Cs Awali Serangan Udara ke Suriah

SELASA, 23 SEPTEMBER 2014 | 10:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika serikat beserta koalisi internasional yang dibentuknya mencakup negara-negara Eropa dan sejumlah negara Arab meluncurkan serangan udara untuk pertama kalinya demi melawan kelompok militan ISIS di Suriah.

Juru bicara Pentagon John Kirby pada Senin (22/9) menegaskan, dalam melakukan serangan itu pihaknya mengerahkan jet-jet tempur serta misil-misil Tomahawk.

Kirby juga mengkonfirmasi bahwa serangan tersebut dilakukan dengan melibatkan pasukan militer Amerika Serikat serta pasukan dari negara koalisi. Namun ia tidak lebih jauh merinci soal negara mana saja yang terlibat.


"Karena operasi ini masih berlangsung kami tidak berada dalam posisi untuk menyediakan rincian tambahan saat ini," katanya dalam sebuah pernyataan.

Namun ia memastikan bahwa serangan dilakukan untuk menargetkan kemampuan komando serta kontrol ISIS.

Menurut seorang pejabat senior Amerika Serikat yang dikutip CNN, rudal Tomahawk pertama kali diluncurkan melalui wilayah laut yang kemudian diikuti oleh serangan jet yang menjatuhkan bom dan serangan. Tujuan dari langkah pertama yang diambil itu adalah untuk mengawali pukulan definitif, ia menggambarkan serangan akan dilanjutkan lebih intensif.

Sebagian besar titik yang menjadi target serangan adalah bangunan.

Serangan terbaru yang dilancarkan itu merupakan bagian dari rencana Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang berjanji untuk menghancurkan ISIS yang telah menduduki sebagian wilayah Irak dan Suriah.

Sebelumnya Amerika Serikat hanya melakukan serangan udara ke wilayah Irak. Sejak Agustus lalu Amerika Serikat tercatat telah meluncurkan setidaknya 190 serangan udara ke wilayah Irak. Namun setelah menjalin koalisi internasional dengan menggandeng sejumlah negara, Amerika Serikat memperluas serangan ke wilayah Suriah. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya