Berita

ratusan gadis nigeria yang diculik/net

Dunia

Pemerintah Nigeria dan Boko Haram Negosiasi Soal Pertukaran Ratusan Gadis

SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 | 15:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pejabat pemerintah Nigeria dan komite internasional dari Palang Merah (ICRC) pernah beberapa kali menggelar dialog dan negosiasi dengan Boko Haram soal pertukaran anggotanya yang ditahan dengan lebih dari 200 gadis sekolah di Chibok yang diculik April lalu.

Seorang sumber yang terlibat dalam negosiasi itu menuturkan kepada CNN bahwa pejabat pemerintah telah bertemu dengan dua juru runding senior Boko Haram di ibukota Abuja sebanyak empat kali di pertengahan Agustus lalu.

Sumber itu membocorkan, dalam negosiasi, disebut bahwa Boko Haram mengajukan daftar 30 anggotanya yang ditahan pemerintah atas tindakan kekerasan dan terorisme untuk ditukar dengan ratusan gadis sekolah yang diculik tersebut.


"Dua juru runding Boko Haram meyakinkan ICRC dan juru runding pemerintah bahwa gadis-gadis tersebut tidak pernah diperkosa, tidak pernah digunakan sebagai budak seks, dan tidak pernah mengalami kekerasan seksual," kata sumber yang disembunyikan identitasnnya itu.

Diketahui, Boko Haram menculik sekitar 276 gadis dari sekolahnya di Chibok April lalu. Beberapa puluh di antaranya berhasil melarikan diri, namun lebih dari 200 lainnya masih belum diketahui nasibnya hingga kini.

Kasus tersebut bukan hanya membuat resah warga Nigeria, melainkan juga warga dunia. Hal itu terbukti dengan adanya kampanye Bring Backs Our Girls yang disuarakan oleh sejumlah tokoh internasional seperti Malala Yousafzai dan First Lady Michelle Obama untuk menuntut dikembalikannya para gadis tersebut.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa pertukaran akan dilakukan di sebuah lokasi yang tidak disebutkan. Akan tetapi masih ada sejumlah syarat dan ketentuan yang masih harus disepakati kedua belah pihak, terutama terkait jumlah gadis yang akan dilibatkan dalam pertukaran.

Boko Haram meminta 30 anggotanya ditukar dengan 30 orang gadis, namun pemerintah menolaknya.

Selain itu, rintangan lainnya adalah tuntutan Boko Haram untuk pembebasan 30 anggotanya. Sedangkan pemerintah hanya mengetahui 6 anggota di antaranya yang ditahan di penjara di luar Abuja.

"ICRC tidak bisa menemukan di mana 24 anggota lainnya ditahan," sambung sumber itu. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya