Berita

isis ilustrasi/net

Dunia

Iran Mau Bantu Lawan ISIS Asal Dapat Keringanan Soal Nuklir?

SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 | 11:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Iran siap bekerjasama dengan Amerika Serikat dan para sekutunya untuk memerangi kelompok militan ISIS, asalkan ada balasan berupa kebijakan yang lebih fleksibel atas pengayaan uranium Iran.

Begitu dikabarkan Reuters pada Minggu (21/9) merujuk pada seorang sumber yang disebut merupakan seorang pejabat senior Iran tanpa disebutkan namanya.

Sumber itu menggarisbawahi betapa sulitnya negara-negara Barat untuk menempatkan negosiasi nuklir terpisah dengan konflik regional lainnya yang terjadi.


Iran sendiri memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam perang sipil Suriah dan juga pemerintahan Irak. Hal itu jelas dapat membantu memerangi kelompok militan ISIS yang tengah bergerilya di dua negara itu dengan dalih mendirikan kekhalifahan.

"Iran merupakan negara yang sangat berpengaruh di regional dan bisa membantu melawan teroris ISIS, tapi melalui dua jalur. Anda memberika sesuatu, anda mendapatkan sesuatu (timbal balik)," kata sumber tersebut.

"ISIS mengancam keamanan dunia, bukan hanya program (nuklir) kita yang merupakan program damai," sambungnya.

Diketahui pada Minggu (22/9), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif di New York selama sekitar satu jam. Pertemuan itu dikabarkan fokus pada pembahasan soal perlunya membuat kemajuan doal pembicaraan nuklir yang akan digelar  pekan ini serta membahas soal ancaman ISIS.

Pejabat kedua belah pihak tidak memberikan rincian soal diskusi Kerry dan Zarif.

Iran Sendiri akan menggelar negosiasi dengan enam kekuatan dunia yakni Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Rusia, dan Tiongkok di New York pada Jumat pekan ini. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya