Berita

Ashraf Ghani/net

Dunia

Kesepakatan Bagi-bagi Kekuasaan Akhiri Sengketa Hasil Pemilu

SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 | 10:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan menteri keuangan Afghanistan Ashraf Ghani akhirnya muncul sebagai presiden terpilih setelah menandatangani kesepakatan untuk berbagi kekuasaan dengan pesaingnya, Abdullah Abdullah pada Minggu (21/9).

"Komisi Pemilu Independen Afghanistan menyatakan Dr Ashraf Ghani Ahmadzai sebagai presiden Afghanistan," kata kepala komisi Ahmad Yousuf Nuristani.

Hasil itu sekaligus mengakhiri sengketa pemilu yang terjadi selama beberapa bulan terakhir di Afghanistan.


Di bawah kesepakatan yang ditandatangani di Istana Kepresidenan itu, Ghani akan berbagi kekuasaan dengan kepala aksekutif yang diusulkan oleh Abdullah. Keduanya kemudian akan berbagi kendali soal siapa yang memimpin institusi kunci seperti militer Aghanistan dan keputusan eksekutif lainnya.

Ghani sendiri diperkirakan akan dilantik sebagai presiden pada 29 September mendatang.

Pemilu Afghanistan yang digelar 14 Juni lalu memicu sengketa setelah hasil awal pemilu memunculkan Ghani sebagai pemenang. Calon presiden lainnya, Abdullah Abdullah menuding kubu lawan melakukan kecurangan. Setelah beberapa bulan bersengketa dan dengan dimediasi oleh Amerika Serikat, akhirnya keduanya sepakat untuk membentuk pemerintahan bersama dan hasil pemilu secara resmi tidak dirilis.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry sendiri menyambut hasil akhir sengketa pemilu Afghanistan itu. Kerry menyebut, kepemimpinan baru Afghanistan membawa angin segar bagi perjanjian kesepakatan bilateral dengan Amerika Serikat.

"Mereka terlah bergabung bersama dalam pemerintahan persatuan yang menawarkan kesempatan besar untuk kemajuan di Afghanistan," kata Kerry sebelum menggelar pertemuan dengan PBB di New York dikutip Reuters. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya