Berita

penaganan kasus ebola/net

Dunia

Jam Malam Berakhir, 22 Kasus Ebola Baru Terjaring

SENIN, 22 SEPTEMBER 2014 | 09:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Salah satu negara yang terkena dampak terparah wabah Ebola, Sierra Leone mengakhiri pemberlakuan jam malam mulai Minggu tengah malam (21/9).

Pemerintah setempat menyatakan, jam malam yang diberlakukan sejak tiga hari terakhir itu berhasil dilakukan dan tidak akan di perpanjang.

Diketahui sejak Jumat pekan lalu, sebagian besar warga Sierra Leone diminta untuk tinggal di rumahnya agar relawan medis dapat lebih mudah menjaring atau menemukan pasien lainnya yang terinveksi Ebola serta membagikan sabun sebagai salah satu bentuk penanggulangan penyebaran virus tersebut. Ada sekitar 30 ribu relawan medis yang terlibat dalam melakukan hal itu.


Hasilnya, menurut Wakil Kepala Dinas Kesahatan Sarian Kamara, ada 22 kasus baru yang ditemukan atas hasil penerapan jam malam itu.

"Bila mereka tidak ditemukan, mereka akan lebih meningkatkan penyebaran," katanya dikutip BBC.

Ia juga menambahkan, selama masa jam malam itu, ada sekitar 60 hingga 70 korban tewas akibat Ebola dimakamkan. Pemakaman para korban Ebola tidak dapat dilakukan sembarangan. Pasalnya, jasad korban Ebola masih dapat menularkan virus bila dikubur secara cepat atau tidak tepat.

Sierra Leone merupakan salah satu negara di Afrika Barat yang terkena dampat terburuk Ebola. Dari keseluruhan korban tewas akibat Ebola di Afrika Barat yang berjumlah sekitar 2.600, sekitar 550 di antaranya berasal dari Sierra Leone. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya